Rico Waas Dukung Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke-109, Dinilai Perkuat Syiar dan Kebersamaan Umat
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke109 yang dija
PEMERINTAHAN
MEDAN — Pasar aset kripto global mengalami koreksi setelah pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (30/10).
Komite kebijakan moneter Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, namun pernyataan lanjutan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, membuat pasar kehilangan momentum positif.
Berdasarkan data Ajaib Kripto, dalam 24 jam terakhir Bitcoin (BTC) melemah sekitar satu persen dan kini bergerak di kisaran US$109.400 atau sekitar Rp1,8 miliar.Baca Juga:
Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat menjelang keputusan FOMC, namun kembali terkoreksi setelah komentar Powell memicu kehati-hatian di kalangan pelaku pasar.
"Komentar ini mengubah sentimen dengan cepat," ujar Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, dalam pernyataan resminya, Jumat (31/10).
Menurut Panji, pasar awalnya berharap pemangkasan suku bunga dapat memicu reli aset berisiko seperti kripto.
Namun, Powell menegaskan bahwa pemotongan suku bunga lanjutan pada Desember "bukanlah sesuatu yang pasti", yang kemudian mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
"Rally yang seharusnya didorong oleh pemotongan suku bunga gagal terpicu karena pasar melihat prospek pelonggaran jangka pendek (near-term easing) menjadi lebih kecil," jelas Panji.
Akibatnya, harga Bitcoin ikut tergelincir ke kisaran US$107.000–US$109.000 atau sekitar Rp1,77–Rp1,8 miliar.
Meskipun penurunan harga terjadi, Panji menilai bahwa fundamental jangka panjang pasar kripto masih positif.
Ia menyoroti bahwa shutdown pemerintah AS telah menunda rilis data ekonomi penting, yang membuat pasar bergerak dalam ketidakpastian.
Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi pemulihan, terutama jika kesepakatan dagang AS–China dapat tercapai dalam waktu dekat.
"Hal ini bisa menurunkan tekanan inflasi dan sentimen risk-off, sehingga memberi The Fed fleksibilitas untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut pada awal tahun 2026," tambahnya.
Para analis memperkirakan volatilitas di pasar kripto masih akan tinggi dalam beberapa minggu ke depan, seiring pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter dan perkembangan ekonomi global.
Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan faktor makro yang dapat memengaruhi pergerakan aset digital.*
(vo/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke109 yang dija
PEMERINTAHAN
JAKARTA Guru Besar Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Tedi Sudrajat, mengingatkan rencana perpanjangan batas usia pensiun anggota Kep
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengkritik wacana Badan Gizi Nasional (BGN) yang berencana menjalankan Program
NASIONAL
JAKARTA Presiden ke6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai kondisi global saat ini berada dalam situasi yang tida
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan apresiasi kepada sejumlah Presiden Rep
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan membantah tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U19) 2
OLAHRAGA
BANDA ACEH Personel Polsek Lueng Bata menangkap seorang pria berinisial AF alias Bedu (31) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) masih menunggu kepastian proses hukum terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (A
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Temuan auditor terkait pengelolaan dana kelurahan senilai Rp8 miliar pada Tahun Anggaran 2025 di Kota Binjai memicu sorotan publi
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik In
PEMERINTAHAN