Dari total saham yang diperdagangkan, 273 saham menguat, 164 melemah, dan 205 stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat euforia pasar didorong aksi net foreign buy massif sebesar Rp1,23 triliun.
Sentimen positif datang dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh di atas ekspektasi, serta pengumuman rebalancing indeks MSCI yang berlaku pada bulan November ini.
"Target IHSG untuk menguji level resistance–nya 8.320 sebelum menuju target penguatan di 8.395," ujar BRI Danareksa Sekuritas.
Saham pilihan untuk perdagangan hari ini meliputi MBMA, DEWA, dan MAPA.
Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas mencatat terjadi golden cross di indikator MACD dan Stochastic RSI bergerak ke area overbought, mengindikasikan akumulasi saham.
IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resistance di 8.350. Saham pilihan Phintraco: MBMA, MAPI, EMTK, WIFI, dan PSAB.
CGS International Sekuritas Indonesia menambahkan, penguatan Bursa Wall Street dan aliran dana asing akan menjadi katalis positif.
Support IHSG diperkirakan berada di 8.100–8.210, sementara resistance di kisaran 8.430–8.535. Saham pilihan CGS: KLBF, MDKA, JPFA, GOTO, BREN, dan UNVR.
Panin Sekuritas juga optimistis IHSG menguat, ditopang data regional positif dan inflow asing. Saham pilihan Panin: MIKA, ICBP, dan DSNG.
Hasil MSCI November 2025 Index Review resmi berlaku mulai 25 November 2025.
Dari Indonesia, BREN dan BRMS masuk daftar MSCI Global Standard Indexes, sedangkan ICBP dan KLBF keluar.
Sementara itu, tujuh saham masuk MSCI Small Cap Indexes, termasuk DSNG, ENRG, KLBF, MSIN, RAJA, WIFI, dan TINS.
Tiga saham dikeluarkan: BRMS, SMSM, dan ULTJ. Tidak ada perubahan untuk kategori Micro Cap Indexes Indonesia.
Review berikutnya dijadwalkan 10 Februari 2026 dan efektif berlaku 2 Maret 2026.*
(bb/ad)
Editor
:
IHSG Dibuka Menguat ke 8.354, Saham BREN dan RAJA Masuk MSCI November 2025