Roy Suryo Klaim Ijazah Jokowi 99,9% Palsu, Pengacara Jokowi: Itu Cuma Tuduhan Tanpa Bukti
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
PANGKALPINANG – Produksi lada Bangka Belitung, khususnya Muntok White Pepper, mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dalam lima tahun terakhir.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Bangka Belitung, Syukriah HG, menyebutkan penyusutan ini terjadi akibat berkurangnya lahan, menurunnya jumlah pekebun, dan beralihnya petani ke sektor pertambangan timah dan tanaman lain seperti sawit.
"Luas areal tanaman lada menyusut dari 29.325 hektar pada 2019 menjadi 19.909 hektar pada 2024, sementara jumlah pekebun berkurang dari 62.672 menjadi 41.916 keluarga," ungkap Syukriah saat Focus Group Discussion Green Economy di Pangkalpinang, Kamis (13/11/2025).Baca Juga:
Penurunan ini berimbas pada volume produksi lada yang turun dari 33.458 ton menjadi 16.717 ton.
Dengan harga lada putih global mencapai USD 10.085 per metrik ton atau setara Rp 161.360 per kilogram, kerugian ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 2,69 triliun setiap tahun.
Menurut Syukriah, masalah yang dihadapi bersifat multidimensi.
Dari sisi budidaya (on-farm), petani menghadapi serangan penyakit, biaya produksi tinggi, dan peralihan sektor usaha.
Di sisi tata niaga (off-farm), struktur pasar yang cenderung oligopolistik, dominasi trader, serta praktik ijon melemahkan posisi tawar petani.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menekankan bahwa ketergantungan ekonomi provinsi terhadap pertambangan timah masih tinggi.
Meski sektor ini mendongkrak pendapatan daerah, tantangan lingkungan, ketimpangan sosial, dan ketergantungan ekonomi tidak boleh diabaikan.
Hidayat menyebutkan, lada putih Bangka Belitung telah dikenal secara internasional dengan sebutan Muntok White Pepper, dengan cita rasa pedas khas.
Kabupaten Bangka Selatan menjadi penghasil terbesar dengan produksi 17.009 ton.
Sebagai langkah pemulihan, pemerintah daerah akan menempuh tiga strategi utama: perbaikan tata niaga, modernisasi budidaya petani, dan hilirisasi produk lada untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan tersebut.
Penurunan produksi lada tidak hanya mengancam pendapatan petani, tetapi juga potensi ekonomi daerah yang selama ini mengandalkan komoditas rempah legendaris ini.*
(k/dh)
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kementerian Haji dan Umrah RI akan mempercepat penelusuran sekitar 160 calon jemaah haji yang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pelaksanaan Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia yang dijadwalkan berlangsung
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengajukan pencabutan Peraturan Daerah (Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen mini soccer Medan Lawyer FC Cup III Ta
OLAHRAGA
KARO Hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan
KESEHATAN
DELI SERDANG Akses lalu lintas warga di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) lump
PERISTIWA
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam memberantas jaringan peredaran gelap nark
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH UTARA Senyum bahagia terpancar dari wajah Katratunida, seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara
NASIONAL