BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok, AS Dorong Proposal Akhiri Perang Rusia–Ukraina

Adelia Syafitri - Kamis, 20 November 2025 10:05 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok, AS Dorong Proposal Akhiri Perang Rusia–Ukraina
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Harga minyak dunia kembali merosot tajam setelah laporan menyebut Amerika Serikat (AS) mendorong percepatan upaya mengakhiri perang RusiaUkraina.

Washington dikabarkan telah menyiapkan kerangka proposal penyelesaian konflik yang menuntut Kyiv menyerahkan sebagian wilayah dan persenjataan tertentu.

Melansir Reuters, Kamis, 20 November 2025, harga minyak berjangka Brent turun 2,5 persen menjadi US$63,26 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 2,6 persen ke US$59,18 per barel.

Baca Juga:

Menurut dua sumber Reuters, AS memberi sinyal kuat kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk mempertimbangkan proposal tersebut.

Jika perang berakhir, pasar memperkirakan ekspor minyak Rusia yang selama ini tersendat sanksi akan kembali mengalir deras.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran kelebihan pasokan global.
"Dengan banyaknya minyak yang tertahan di lautan, penyimpanan terapung, dan yang terkena sanksi, harga bisa jatuh ke kisaran US$50-an jika minyak Rusia kembali masuk ke pasar," ujar analis energi TP ICAP Group, Scott Shelton.

Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, dan memberi tenggat hingga 21 November bagi perusahaan global untuk menghentikan kerja sama dengan kedua entitas tersebut.

Departemen Keuangan AS menilai sanksi ini telah menekan pendapatan energi Rusia dan dapat menurunkan volume ekspor dalam jangka panjang.

"Ada tekanan maksimal sekarang karena tenggat pada Jumat semakin dekat," kata analis Rystad Energy, Janiv Shah. Ia menyebut penurunan premi risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada lemahnya fundamental pasar minyak.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak membantah dampak sanksi terhadap produksi.

Ia memastikan Rusia tetap akan memenuhi kuota produksi OPEC+ pada akhir 2025 atau awal 2026.

Meski terkoreksi tajam, penurunan harga minyak tertahan oleh laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu lalu yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS melebihi perkiraan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah ke Rp16.745 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Mendominasi
Polres Padang Lawas Gelar Safari Kebangsaan, Perkuat Sinergi Polri–Tokoh Agama Jaga Kamtibmas
Bertolak ke Singapura, Jokowi Siap Paparkan Peran Ekonomi Indonesia di Forum Bloomberg New Economy 2025
IHSG Kamis (20/11) Dibuka Hijau, BMRI dan SGRO Jadi Saham Favorit
Harga Emas Antam Naik Rp 21 Ribu, Saatnya Beli?
Harga Pangan Nasional Turun: Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Alami Penurunan Signifikan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru