Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Jumat, 21 November 2025.
Pelemahan ini terjadi di tengah kenaikan harga emas dunia yang masih berlanjut.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.348.000 per gram, turun Rp 16.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga:
Harga buyback turut terkoreksi Rp 16.000 menjadi Rp 2.209.000 per gram.
Penurunan harga ini terjadi meskipun emas global bergerak menguat.
Di pasar spot, harga emas dunia ditutup di level US$ 4.082,7 per troy ons, naik 0,11 persen secara harian.
Dengan kenaikan tersebut, emas dunia resmi menguat tiga hari berturut-turut dengan total apresiasi hampir 1 persen.
Namun, dalam sepekan, harga masih tertekan 2,1 persen, dan melemah 1 persen dalam sebulan terakhir.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam 21 November 2025
Harga dasar dan harga setelah pajak PPh 0,25%:
- 0,5 gr: Rp 1.224.000 → Rp 1.227.060
- 1 gr: Rp 2.348.000 → Rp 2.353.870
- 2 gr: Rp 4.636.000 → Rp 4.647.590
- 3 gr: Rp 6.929.000 → Rp 6.946.323
- 5 gr: Rp 11.515.000 → Rp 11.543.788
- 10 gr: Rp 22.975.000 → Rp 23.032.438
- 25 gr: Rp 57.312.000 → Rp 57.455.280
- 50 gr: Rp 114.545.000 → Rp 114.831.363
- 100 gr: Rp 229.012.000 → Rp 229.584.530
- 250 gr: Rp 572.265.000 → Rp 573.695.663
- 500 gr: Rp 1.144.320.000 → Rp 1.147.180.800
- 1000 gr: Rp 2.288.600.000 → Rp 2.294.321.500
Menurut pengamatan pasar, pelemahan harga emas Antam di tengah penguatan emas global kemungkinan disebabkan oleh faktor internal seperti penyesuaian harga harian, mekanisme permintaan domestik, hingga manajemen stok dan strategi perdagangan Antam.
Pergerakan emas global masih berada dalam tren negatif seiring memudarnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan Federal Reserve.
Data CME FedWatch menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember turun menjadi 39,1 persen, sementara peluang suku bunga ditahan naik menjadi 60,9 persen.
Sentimen pasar juga dipengaruhi rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan penciptaan 119.000 lapangan kerja non-pertanian pada September, angka tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Data ini memperkuat dugaan bahwa penurunan suku bunga bisa kembali tertunda.
"Pasar sudah berpikir bahwa penurunan suku bunga pada Desember masih jauh dari pasti. Data ketenagakerjaan memberi konfirmasi akan hal tersebut," ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities, dikutip Bloomberg.
Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung kurang menarik saat suku bunga bertahan tinggi.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.