BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Konsumsi Aluminium RI Diprediksi Melejit 600% dalam 30 Tahun

Muhammad Taufik - Sabtu, 22 November 2025 11:02 WIB
Konsumsi Aluminium RI Diprediksi Melejit 600% dalam 30 Tahun
Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (20/11/2025). (ftoo: tangkapan layar yt DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memproyeksikan lonjakan drastis konsumsi aluminium nasional hingga 600% dalam tiga dekade mendatang.

Kenaikan ini didorong pesatnya kebutuhan aluminium dari sektor baterai kendaraan listrik (EV Battery) hingga energi terbarukan yang semakin berkembang di tanah air.

Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, menjelaskan bahwa hilirisasi telah menjadi agenda prioritas pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor serta memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

Baca Juga:

"Konsumsi aluminium Indonesia diproyeksikan naik 600% dalam 30 tahun, terutama didorong oleh sektor EV battery dan energi terbarukan," ujar Melati dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (20/11/2025).

Saat ini, pangsa pasar aluminium nasional yang terpenuhi melalui produksi domestik baru mencapai 46%, sementara 54% sisanya masih bergantung pada impor.

Kondisi ini membuat percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi sangat mendesak.

"Percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi sangat krusial ke depannya," tegasnya.

Ekspansi SGAR Mempawah Dikebut
Inalum juga tengah mengupayakan percepatan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek ini merupakan lanjutan dari SGAR Fase 1 dan diharapkan segera memasuki tahap konstruksi.

Jika Fase 2 berhasil beroperasi sesuai target pada 2028, total produksi alumina domestik akan meningkat signifikan hingga 2 juta ton per tahun.

Baik SGAR Fase 1 maupun Fase 2 masing-masing memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

"SGAR Mempawah Fase 1 berkapasitas 1 juta ton alumina, ditargetkan COD pada akhir tahun ini. Sementara Fase 2 menambah lagi 1 juta ton sehingga total 2 juta ton alumina, dengan target COD tahun 2028," jelas Melati.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PLN Tembus Penjualan 155,62 TWh, Transformasi Layanan Digital Jadi Motor Utama
Warga Tanjung Tiram–Talawi Geram: Pemadaman Listrik Hampir Setiap Hari, PLN Batu Bara Dinilai Tidak Profesional
Kepala Desa Hiliorodua Tebolo Diduga Gelapkan Dana Desa Rp409,5 Juta, Warga Ungkap Modus Pengadaan Meteran Listrik Fiktif
Listrik Padam 5,5 Jam Hari Ini, Cek Daftar Wilayah di Medan yang Terdampak
Pemkot Yogyakarta Usulkan Rp10 Miliar untuk Konversi 1.000 Becak Motor Jadi Listrik
Pemadaman Listrik Berhari-hari, Gubernur Aceh Warning: “Investasi Bisa Lari”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru