MEDAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Selasa (25/11/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,17% ke level Rp16.670 per dolar AS, seiring mayoritas mata uang Asia lainnya juga menunjukkan penguatan terhadap Greenback.
Yen Jepang naik 0,16%, dolar Hong Kong menguat 0,04%, dolar Singapura 0,07%, dan won Korea Selatan naik 0,21%.
Selain itu, rupee India, yuan China, ringgit Malaysia, dan baht Thailand juga mengalami penguatan.
Sementara itu, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni 0,01%.
Penguatan rupiah terjadi di tengah stabilitas dolar AS, seiring investor menimbang kemungkinan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga pada Desember.
Gubernur Fed, Christopher Waller, menyebut kondisi pasar tenaga kerja yang lemah mendukung pemotongan suku bunga seperempat poin, meski keputusan lebih lanjut akan menunggu rilis data ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintahan AS.
Komentar dovish Waller sejalan dengan pernyataan Presiden Fed New York John Williams pada pekan lalu, mendorong ekspektasi investor terhadap pemotongan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemotongan suku bunga pada Desember kini mencapai 81%, meningkat signifikan dibandingkan 42% seminggu sebelumnya.
Selain itu, sentimen positif muncul dari hubungan AS-China yang menunjukkan tanda mencair.
Presiden Donald Trump memuji komunikasi bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, menyusul pertemuan mereka di Korea Selatan beberapa minggu lalu, yang menghasilkan kesepakatan kerangka kerja perdagangan.
"Pasar sedang mencermati setiap pernyataan pejabat The Fed, karena keputusan mereka akan memengaruhi arah suku bunga dan nilai tukar global," ujar Chris Weston, Kepala Peneliti Pepperstone.