"Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun. Kita prihatin dengan situasi yang ada," kata Airlangga saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis, 4 Desember 2025.
Penurunan ini tak terhindarkan akibat lumpuhnya aktivitas ekonomi dan rusaknya infrastruktur di wilayah terdampak.
Meski demikian, pemerintah memastikan langkah pemulihan akan segera dilakukan melalui program rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.
"Dan tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur ke depannya," tambah Airlangga.
Airlangga menegaskan, meskipun tekanan berat melanda daerah terdampak, target pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada kisaran 5,4–5,6 persen.
"Sedangkan yang lain, kita tetap akan memacu di angka 5,4 sampai 5,6 persen," ujarnya.
Pemerintah menyatakan fokus pemulihan akan meliputi perbaikan jalan, jembatan, fasilitas publik, serta mendorong kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional meski sejumlah wilayah mengalami gangguan serius akibat bencana.*
(vo/ad)
Editor
: Adam
Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Aceh, Sumut, dan Sumbar Terdampak Banjir? Ini Kata Airlangga