Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Selain produksi, panjangnya rantai distribusi dinilai menjadi faktor utama mahalnya harga di tingkat konsumen.
Satu komoditas, kata Hendra, kerap melewati dua hingga tiga distributor sebelum sampai ke pedagang pasar, sehingga harga naik berlapis.
"Kalau petani bisa langsung bertemu pedagang pasar, selisih harga bisa dipangkas. Ini yang harus dirancang, bukan sekadar kegiatan rutin," katanya.
Karena itu, roadmap TPID diharapkan memuat skema konkret untuk mempersingkat rantai pasok, termasuk mempertemukan produsen dengan pedagang pasar, memperkuat gerakan pangan murah, serta mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.
Ia juga menyoroti kondisi surplus produksi yang tidak otomatis menurunkan harga.
Banyak hasil pertanian dan peternakan Deli Serdang justru keluar daerah, lalu kembali masuk dengan harga lebih tinggi.
"Secara data kita surplus, tapi harga di pasar tetap mahal karena produksi daerah tidak diikat," ujarnya.
Hendra menegaskan roadmap TPID 2025–2027 harus berbasis pengalaman lapangan, memiliki pembagian peran yang jelas, serta mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus keberlanjutan usaha petani dan peternak.
"Roadmap itu harus jelas siapa berbuat apa, kapan, dan dampaknya terhadap harga. Kalau hanya normatif, tidak perlu rapat," kata dia.*
(dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.