Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, bukan dinikmati segelintir pihak.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
"Kita ingin Indonesia incorporated, kita ingin semua, tetapi kita mohon dengan sangat bahwa semua warga negara Indonesia, semua bangsa Indonesia dari semua tingkatan bahu membahu meraih kemakmuran bersama. Tidak boleh segelintir orang menikmati kekayaan Indonesia. Rakyat masih banyak yang susah," tegas Prabowo.Baca Juga:
Presiden secara khusus mengingatkan pejabat pemerintah, terutama pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), agar sungguh-sungguh menjaga uang rakyat.
"Kalau saudara tidak sadar bahwa saudara memang harus menjaga uang rakyat untuk kepentingan rakyat, saudara lalai," ujarnya.
Prabowo juga menyinggung langkah pemerintah dalam penertiban pengelolaan lahan dan SDA.
Hingga saat ini, pemerintah telah menguasai kembali sekitar 4 juta hektare lahan yang sebelumnya bermasalah secara perizinan.
Selain itu, sepanjang 2025, tidak ada izin baru maupun perpanjangan izin di sektor kehutanan, pertanahan, dan energi, termasuk HTI, HPH, maupun izin usaha pertambangan (IUP).
Langkah ini, menurut Presiden, merupakan bagian dari peninjauan menyeluruh seluruh konsesi agar selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.
"Yang tidak menguntungkan rakyat kita tidak boleh ragu-ragu untuk review dan kaji kembali," kata Prabowo.
Presiden menekankan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia memperingatkan pemegang konsesi yang menyalahgunakan izin dan membawa keuntungan ke luar negeri, karena tindakan tersebut merugikan kepentingan nasional dan rakyat Indonesia, bahkan dianggap tidak menghormati NKRI.
Menutup Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menyampaikan apresiasi atas profesionalisme para menteri dan kepala lembaga dalam menjalankan tugasnya.
"Saya tutup sidang kabinet paripurna tahun ini, dengan mengucapkan sekali lagi kepada menteri, semua kepala badan, saya lihat cukup profesional saudara-saudara," pungkasnya.*
(bi/ad)
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL