Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Nataru di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025. (foto: tangkapan layar yt KementerianESDM)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Ketersediaan bahan baku pembangkit, baik BBM, gas, maupun batu bara, berada di atas 10 hari sehingga tidak terdapat kendala pasokan listrik secara nasional.
Selain itu, Kementerian ESDM terus memantau potensi kebencanaan geologi.
Saat ini, terdapat tiga gunung api berstatus Siaga, yakni Gunung Lewotobi Laki-laki, Merapi, dan Semeru, serta 24 gunung api berstatus Waspada.
Bahlil mengatakan, sistem kelistrikan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah berangsur pulih dan sebagian besar berhasil dinormalisasi dalam waktu sekitar satu pekan pascabencana.
Untuk wilayah Aceh, pasokan listrik di Kota Banda Aceh telah kembali normal dengan daya mencapai 120 megawatt.
Namun, masih terdapat empat kabupaten dengan tingkat pemulihan di bawah 50 persen, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah.
"Kendala bukan pada mesin atau pembangkit, melainkan infrastruktur tegangan rendah di lapangan yang belum sepenuhnya selesai karena akses jalan dan genangan banjir," kata Bahlil.
Ia menegaskan, pengaliran listrik ke wilayah tersebut belum dapat dipaksakan demi menjaga keselamatan warga. Pemulihan akan terus dilakukan seiring perbaikan infrastruktur.
Untuk pasokan BBM dan LPG di wilayah terdampak, kondisinya juga berangsur normal, kecuali di daerah dengan akses jalan yang masih terputus.
Dalam kondisi tersebut, PT Pertamina melakukan upaya distribusi ekstra, termasuk pengiriman LPG menggunakan helikopter dan pesawat Hercules, terutama ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.*