MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, Selasa (30/12/2025), di level 8.627,40.
Pelemahan ini terlihat di sejumlah saham unggulan, termasuk saham emiten emas ANTM dan DEWA, serta saham perbankan besar BBRI dan BBCA.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG bergerak di rentang 8.597,07 hingga 8.629,43 sesaat setelah pembukaan.
Dari total 655 saham yang diperdagangkan, tercatat 258 saham menguat, 156 saham melemah, dan 241 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp15.792 triliun.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mengalami tekanan hingga 3,44% ke level Rp3.650 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 25,6 juta saham senilai Rp94,1 miliar.
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 1,45% ke level Rp680 per saham, sementara saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 3,64% ke level Rp3.180 per saham.
Saham ADRO turun 6,43%, BBCA turun 0,62%, dan BRMS melemah 3,93%.
Analis CGS International Sekuritas menjelaskan, tekanan pada IHSG dipicu oleh aksi jual saham teknologi di Wall Street, pelemahan harga beberapa komoditas global, serta nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang masih melemah.
"Di sisi lain, aksi net buy asing dengan nilai cukup besar pada perdagangan kemarin berpotensi menjadi katalis positif," kata CGS International Sekuritas.
Lebih lanjut, CGS memperkirakan IHSG bergerak bervariatif dengan tren cenderung melemah pada support 8.562-8.475 dan resistance 8.730-8.811.
Meski pelemahan terjadi, para investor diimbau untuk tetap hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar yang meningkat menjelang akhir tahun.
Disclaimer: Berita ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.*