BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Januari 2026

HPE Tembaga dan Emas Naik di Awal 2026, Ini Penyebabnya

Adam - Rabu, 31 Desember 2025 16:08 WIB
HPE Tembaga dan Emas Naik di Awal 2026, Ini Penyebabnya
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas resmi naik pada periode awal Januari 2026.

Kementerian Perdagangan menetapkan HPE konsentrat tembaga dengan kadar Cu 15 persen sebesar USD5.868,51 per Wet Metric Ton (WMT), naik 4,54 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang tercatat USD5.613,83 per WMT.

Baca Juga:
Sementara itu, HPE emas naik menjadi USD138.324,41 per kilogram dari sebelumnya USD133.912,59 per kilogram.

Harga Referensi (HR) emas juga meningkat menjadi USD4.302,37 per troy ounce dari USD4.165,15 per troy ounce.

Kenaikan harga berlaku efektif untuk periode 1–14 Januari 2026, sesuai Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2404 Tahun 2025 tentang HPE atas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana, kenaikan HPE konsentrat tembaga didorong oleh meningkatnya permintaan global, terutama untuk kebutuhan pengembangan industri energi listrik, ekosistem kendaraan listrik, dan proyek infrastruktur strategis di berbagai negara.

"Kondisi ini diperkuat oleh pelemahan nilai tukar dolar AS, yang memicu pergeseran preferensi investor ke aset komoditas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Tommy, Rabu (31/12/2025).

Selain itu, penguatan HPE tembaga juga dipengaruhi kenaikan harga seluruh mineral penyusunnya.

Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) naik 5,75 persen, emas (Au) naik 3,29 persen, dan perak mencatat lonjakan tertinggi sebesar 16,46 persen.

Penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan acuan harga pasar internasional. Harga tembaga merujuk pada London Metal Exchange (LME), sedangkan emas dan perak mengacu pada London Bullion Market Association (LBMA).

"Proses ini melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kemenko Perekonomian, Kemendag, ESDM, Kemenkeu, dan Kemenperin.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bea Keluar Batu Bara Diproyeksi Tambah Penerimaan Negara hingga Rp25 Triliun
Suka Bikin Konten? Ini Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Kamera Terbaik 2025
Bahlil Lahadalia Buka Peluang Hentikan Impor Solar Lebih Cepat, Bisa Dimulai Januari 2026
Bahlil Lahadalia Kirim 3.000 Kompor Gas untuk Warga Terdampak Banjir Aceh
Bahlil: 224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabencana
Bahlil Kirim 1.000 Genset untuk Terangi 35 Ribu Rumah di Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru