BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Bitcoin Menguat ke Rp 1,54 Miliar, Tapi Geopolitik Venezuela Jadi Batu Sandungan

Abyadi Siregar - Senin, 05 Januari 2026 19:02 WIB
Bitcoin Menguat ke Rp 1,54 Miliar, Tapi Geopolitik Venezuela Jadi Batu Sandungan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) menguat pada perdagangan Senin (5/1/2026), seiring reli saham-saham teknologi global.

Namun, kenaikan aset kripto terbesar dunia ini masih tertahan oleh kekhawatiran pasar terkait dampak lanjutan serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.

Dikutip dari Investing, pukul 01.33 ET (06.33 GMT), harga BTC tercatat naik 1,1 persen ke level 92.264,5 dollar AS atau sekitar Rp 1,54 miliar.

Baca Juga:

Kenaikan ini dipicu sentimen positif terhadap sektor teknologi, yang dipengaruhi optimisme investor atas perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Meskipun demikian, sepanjang 2025 Bitcoin masih mencatat penurunan 6,4 persen.

Pelemahan ini terjadi karena minat investor mereda pada paruh kedua tahun lalu, di tengah meningkatnya keraguan terhadap prospek jangka panjang sektor kripto.

Penguatan Bitcoin dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Pemerintah AS menyatakan akan mengambil alih sementara Venezuela hingga pemimpin baru terpilih, sekaligus membuka industri minyak negara tersebut.

Aksi ini memicu kecaman dari sejumlah negara Amerika Latin, serta Rusia dan China.

Ketidakpastian global mendorong permintaan aset lindung nilai, sehingga harga emas dan dollar AS mencatat kenaikan signifikan.

Penguatan Bitcoin di awal 2026 sebagian juga didorong aksi beli murah setelah penurunan tajam sepanjang 2025.

Ether, kripto terbesar kedua, tercatat stagnan di level 3.144,41 dollar AS. XRP naik 2,1 persen, BNB menguat 1 persen, sedangkan Solana dan Cardano masing-masing naik kurang dari 1 persen.

Di sektor meme coin, Dogecoin turun 0,4 persen, dan token $TRUMP naik 0,6 persen.

Analis menilai reli Bitcoin awal tahun ini menunjukkan adanya dukungan investor institusional, meski sentimen global tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan harga.*


(km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wow! XReal 1S Bisa Ubah Game dan Video 2D Jadi 3D Immersive
Venezuela Memanas, Menkeu Purbaya: Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Ekonomi RI
IHSG Tembus 8.859, Rekor Tertinggi di Awal 2026
Usai Venezuela, Trump Incar Tiga Negara Ini!
Jaksa: Nadiem Tahu Chromebook Bermasalah Sejak Februari 2020
Dituduh Bandar Kokain, Presiden Kolombia Balas Ancaman Trump
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru