Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 8.959,091 dan langsung melonjak 29,897 poin atau 0,33 persen menjadi 8.963,507 hingga pukul 09.05 WIB.
Data RTI menunjukkan sebanyak 295 saham menguat, 212 saham melemah, dan 189 saham stagnan.
Namun, investor diingatkan untuk tetap waspada karena IHSG telah naik lima hari berturut-turut.
"Support IHSG berada di kisaran 8.860–8.900 dan resist di 8.950–9.000," kata Fanny.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), IHSG ditutup naik 0,84 persen dengan net buy asing sebesar Rp911 miliar.
Saham yang paling diminati investor asing antara lain RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM.
Sentimen positif ini sejalan dengan pergerakan bursa global. Indeks-indeks saham AS mencatatkan rekor tertinggi baru pada penutupan Selasa, di antaranya S&P 500 naik 0,62 persen, Dow Jones 0,99 persen, dan Nasdaq Composite 0,65 persen, meski terjadi ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela.
Di Asia, mayoritas bursa juga menguat.
Nikkei 225 Jepang naik 1,32 persen, Hang Seng Hong Kong 1,38 persen, Taiex Taiwan 1,57 persen, dan Kospi Korea Selatan 1,52 persen.
Sementara itu, ASX 200 Australia turun 0,53 persen, Straits Times naik 1,27 persen, dan FTSE Malaysia melemah 0,47 persen.*