803 Orang di Grobogan Diduga Keracunan Menu Ayam MBG, 54 Dirawat di RS
GROBOGAN Sebanyak 803 warga di Kabupaten Grobogan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementa
KESEHATAN
MEDAN – Lapangan Golf Bukit Barisan Golf Course (BBGC), Desa Tuntungan, Deliserdang, Provinsi Sumut kini terancam bangkrut. Ini akibat amburadulnya manajemen pengelola lapangan golf tersebut.
Seperti diketahui, selama ini, Lapangan Golf BBGC, Desa Tuntungan dikendalikan langsung oleh Kodam I/BB dibantu investor bayangan.
Manajemen yang buruk tersebut mengakibatkan pengelolaan lapangan golf tersebut menjadi asal-asalan. Diduga hanya berorientasi mengambil keuntungan semata tanpa ada upaya mempertahankan usaha.Baca Juga:
Salah satu bukti buruknya manajemen pengelolaan Lapangan Golf BBGC itu adalah, dapat dilihat dari jumlah kendaraan buggy (golf car). Ketika Lapangan Golf BBGC ini dikelola Syamsurizal di bawah perusahaan CV Sinar Alam Mandiri hingga tahun 2023, masih terdapat 60 unit buggy (golf car) yang beroperasi. Sekarang, hanya 25 unit buggy atau golf car yang beroperasi.
"Keberadaan buggy atau golf car, merupakan salah satu gambaran sehat tidaknya keberadaan sebuah lapangan golf. Kalau jumlah golf car-nya banyak yang beroperasi, itu tandanya perusahaan sehat. Tapi kalau sedikit yang beroperasi, itu gambaran lapangan golf itu tidak sehat," jelas seorang pemain golf yang diwawancarai bitvonline.com, November 2025 lalu.

Akibat sedikitnya jumlah buggy atau golf car yang beroperasi, membuat Lapangan Golf BBGC Tuntungan semakin ditinggalkan pengunjung. Jumlah pengunjung otomatis menurun drastis. Karena itu, bila manajemen pengelolaannya tidak segera diperbaiki secara professional, maka Lapangan golf BBGC ini akan segera terancam bangkut dan tutup.
INVESTOR BARU TAKUT
Menurut informasi yang diperoleh bitvonline.com, pengelolaan Lapangan Golf BBGC saat ini sangat dilema. Persoalannya, upaya untuk memperbaiki manajemen pengelolaannya dengan menghadirkan investor baru, masih sulit dilakukan.
Ada ketakutan bagi investor baru untuk mengelola Lapangan Golf BBGC tersebut. Ini disebabkan Kodam I/BB selaku pemilik lapangan golf tersebut, hingga saat ini belum menyelesaikan perkara pemutusan secara sepihak pengelola lama, yakni Syamsulrizal di bawah perusahaan CV Sinar Alam Mandiri.
Rismansyah Siregar selaku kuasa Syamsurizal, ketika dikonfirmasi bitvonline.com, membenarkan sampai saat ini Kodam I/BB belum menyelesaikan perkara pemutusan kerjasama secara sepihak dengan investor lama, yakni Syamsulrizal. "Kodam I/BB belum memberikan ganti rugi kepada Syamsurizal," tegas Rismansyah Siregar.
Hal inilah yang membuat calon investor baru untuk mengelola lapangan golf tersebut merasa ketakutan. "Calon investor baru wajar saja ketakutan. Karena, sebaik apapun kontrak Kerjasama dibuat, bisa saja Kodam I/BB tiba-tiba melakukan pemutusan kontrak secara sepihak," tegas Rismansyah.
DIBANGUN DARI NOL
Syamsurizal melalui CV Sinar Alam Mandiri menjadi pengelola Lapangan Golf BBGC Desa Tuntungan, dimulai tahun 2017. Itu setelah Pangdam I/BB Mayjend Cucu Somantri dan Syamsurizal menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan lapangan golf tersebut dengan jangka waktu 15 tahun.
Berdasarkan kontrak kerjasama itu, Syamsurizal yang saat itu Ketua Umum Golf Profesional Indonesia (GPI), membangun Lapangan Golf BBGC Tuntutan itu dari nol. Selama 2-3 tahun, Syamsurizal membangun lapangan golf tersebut sehingga beroperasi normal dengan menghabiskan modal Rp 5 miliar lebih hingga menjadi lapangan golf yang standar.
Syamsurizal memperbaiki ruas jalan menuju Lapangan Golf BBGC yang saat itu rusak parah. Pada saat yang bersamaan, terjadi bencana nasional Covid 19 sehingga semakin menyulitkan untuk mengundang pengunjung untuk bermain golf.
Saat itu, pemain golf di BBGC Tuntungan hanya terbatas warga Kota Medan. Karena saat itu ada empat lapangan golf di Medan, yakni lapangan golf di Royal Sumatera, Helvetia, Martabe dan Tuntungan BBCC sendiri.
Namun, menjelang lima tahun dikelola Syamsurizal, Lapangan Golf BBGC Tuntungan tersebut sudah berjalan baik. Ini ditandai semakin ramainya pengunjung hingga ribuan pemain setiap bulan. Sehingga, ketika itu, Lapangan Golf BBGC Tuntungan sudah menguntungkan.
PENGELOLA DIPAKSA MUNDUR
Sayangnya, saat Kodam I/BB dipimpin Mayjend Daniel Cardin, melalui Kasdam Brigjen Rifky Nawawi, meminta supaya Syamsurizal mundur mengelola lapangan golf tersebut. Anehnya, alasannya lapangan golf itu akan dijadikan sebagai lapangan golf eksklusif.
Dan, 30 Maret 2023, tanpa ampun, Syamsurizal diusir dari Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Sejak saat itu, pengelolaan lapangan golf tersebut dikendalikan langsung Kodam I/BB. Sementara untuk menjadikan sebagai lapangan eksklusif, hanya mimpi semata. Malah yang terjadi saat ini adalah, Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu justru terancam bangkut dan tutup.
PERHATIAN PANGDAM I/BB
Sehubungan dengan itu, Pangdam I/BB yang baru, Mayjen TNI Hendy Antariksa diharapkan memberi perhatian serius terhadap nasib Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Ini bisa dilakukan dengan menyelesaikan ganti rugi kepada Syamsurizal selaku investor lama.
Selanjutnya, Kodam I/BB dapat melakukan kerjasama dengan investor baru yang diharapkan bisa mengelola Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu secara lebih baik. "Lapangan Golf BBGC Tuntungan ini adalah asset. Karena itu, Kodam I/BB jangan menelantarkannya," tegasnya.
Pangdam I/BB juga harus membersihkan oknum-oknum yang selama ini mengambil keuntungan pribadi dalam pengelolaan lapangan golf itu dalam tiga tahun terakhir.*
GROBOGAN Sebanyak 803 warga di Kabupaten Grobogan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementa
KESEHATAN
TEHERAN Puluhan ribu warga Iran memadati jalanan ibu kota Teheran pada Senin (12/1/2026) dalam aksi propemerintah, sebagai respons atas
INTERNASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Turnamen sepakbola AmaAma Cup Kota Padangsidimpuan kembali menyuguhkan pertandingan seru antara Huta Padang FC melawan
OLAHRAGA
MEDAN Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang siswi SD di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Me
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Harga cabai merah di sejumlah pasar Kota Binjai tetap murah dalam beberapa hari terakhir, sementara komoditas lain seperti bawang
EKONOMI
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa seAceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Ace
PEMERINTAHAN
ACEH UTARA Bunda Guru Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, menekankan pentingnya menjaga semangat belajar siswa pascabanj
PENDIDIKAN
KUALA SIMPANG Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, meresmikan pematangan lahan Hunian Tetap (Huntap) Polri
NASIONAL
MEDAN Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utar
NASIONAL
MEDAN Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan Kota Medan telah kembali normal setelah terdampak banjir pada November 2025 lalu.
NASIONAL