Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memuncak
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
Berdasarkan kontrak kerjasama itu, Syamsurizal yang saat itu Ketua Umum Golf Profesional Indonesia (GPI), membangun Lapangan Golf BBGC Tuntutan itu dari nol. Selama 2-3 tahun, Syamsurizal membangun lapangan golf tersebut sehingga beroperasi normal dengan menghabiskan modal Rp 5 miliar lebih hingga menjadi lapangan golf yang standar.
Syamsurizal memperbaiki ruas jalan menuju Lapangan Golf BBGC yang saat itu rusak parah. Pada saat yang bersamaan, terjadi bencana nasional Covid 19 sehingga semakin menyulitkan untuk mengundang pengunjung untuk bermain golf.
Saat itu, pemain golf di BBGC Tuntungan hanya terbatas warga Kota Medan. Karena saat itu ada empat lapangan golf di Medan, yakni lapangan golf di Royal Sumatera, Helvetia, Martabe dan Tuntungan BBCC sendiri.
Namun, menjelang lima tahun dikelola Syamsurizal, Lapangan Golf BBGC Tuntungan tersebut sudah berjalan baik. Ini ditandai semakin ramainya pengunjung hingga ribuan pemain setiap bulan. Sehingga, ketika itu, Lapangan Golf BBGC Tuntungan sudah menguntungkan.
PENGELOLA DIPAKSA MUNDUR
Sayangnya, saat Kodam I/BB dipimpin Mayjend Daniel Cardin, melalui Kasdam Brigjen Rifky Nawawi, meminta supaya Syamsurizal mundur mengelola lapangan golf tersebut. Anehnya, alasannya lapangan golf itu akan dijadikan sebagai lapangan golf eksklusif.
Dan, 30 Maret 2023, tanpa ampun, Syamsurizal diusir dari Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Sejak saat itu, pengelolaan lapangan golf tersebut dikendalikan langsung Kodam I/BB. Sementara untuk menjadikan sebagai lapangan eksklusif, hanya mimpi semata. Malah yang terjadi saat ini adalah, Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu justru terancam bangkut dan tutup.
PERHATIAN PANGDAM I/BB
Sehubungan dengan itu, Pangdam I/BB yang baru, Mayjen TNI Hendy Antariksa diharapkan memberi perhatian serius terhadap nasib Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Ini bisa dilakukan dengan menyelesaikan ganti rugi kepada Syamsurizal selaku investor lama.
Selanjutnya, Kodam I/BB dapat melakukan kerjasama dengan investor baru yang diharapkan bisa mengelola Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu secara lebih baik. "Lapangan Golf BBGC Tuntungan ini adalah asset. Karena itu, Kodam I/BB jangan menelantarkannya," tegasnya.
Pangdam I/BB juga harus membersihkan oknum-oknum yang selama ini mengambil keuntungan pribadi dalam pengelolaan lapangan golf itu dalam tiga tahun terakhir.*
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penerapan anggaran m
OLAHRAGA
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik dan mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.Kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat A
AGAMA
MEDAN Kebakaran hebat melanda empat kapal ikan yang sedang bersandar di dermaga Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Bela
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat politik senior Boni Hargens menilai pelibatan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan sipil merupa
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen seca
EKONOMI
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL