Pemerintah Kaji Ulang HET Minyakita, Distribusi BUMN Diperkuat untuk Jaga Harga dan Pasokan
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji ulang harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Miny
EKONOMI
MEDAN – Lapangan Golf Bukit Barisan Golf Course (BBGC), Desa Tuntungan, Deliserdang, Provinsi Sumut kini terancam bangkrut. Ini akibat amburadulnya manajemen pengelola lapangan golf tersebut.
Seperti diketahui, selama ini, Lapangan Golf BBGC, Desa Tuntungan dikendalikan langsung oleh Kodam I/BB dibantu investor bayangan.
Manajemen yang buruk tersebut mengakibatkan pengelolaan lapangan golf tersebut menjadi asal-asalan. Diduga hanya berorientasi mengambil keuntungan semata tanpa ada upaya mempertahankan usaha.Baca Juga:
Salah satu bukti buruknya manajemen pengelolaan Lapangan Golf BBGC itu adalah, dapat dilihat dari jumlah kendaraan buggy (golf car). Ketika Lapangan Golf BBGC ini dikelola Syamsurizal di bawah perusahaan CV Sinar Alam Mandiri hingga tahun 2023, masih terdapat 60 unit buggy (golf car) yang beroperasi. Sekarang, hanya 25 unit buggy atau golf car yang beroperasi.
"Keberadaan buggy atau golf car, merupakan salah satu gambaran sehat tidaknya keberadaan sebuah lapangan golf. Kalau jumlah golf car-nya banyak yang beroperasi, itu tandanya perusahaan sehat. Tapi kalau sedikit yang beroperasi, itu gambaran lapangan golf itu tidak sehat," jelas seorang pemain golf yang diwawancarai bitvonline.com, November 2025 lalu.

Akibat sedikitnya jumlah buggy atau golf car yang beroperasi, membuat Lapangan Golf BBGC Tuntungan semakin ditinggalkan pengunjung. Jumlah pengunjung otomatis menurun drastis. Karena itu, bila manajemen pengelolaannya tidak segera diperbaiki secara professional, maka Lapangan golf BBGC ini akan segera terancam bangkut dan tutup.
INVESTOR BARU TAKUT
Menurut informasi yang diperoleh bitvonline.com, pengelolaan Lapangan Golf BBGC saat ini sangat dilema. Persoalannya, upaya untuk memperbaiki manajemen pengelolaannya dengan menghadirkan investor baru, masih sulit dilakukan.
Ada ketakutan bagi investor baru untuk mengelola Lapangan Golf BBGC tersebut. Ini disebabkan Kodam I/BB selaku pemilik lapangan golf tersebut, hingga saat ini belum menyelesaikan perkara pemutusan secara sepihak pengelola lama, yakni Syamsulrizal di bawah perusahaan CV Sinar Alam Mandiri.
Rismansyah Siregar selaku kuasa Syamsurizal, ketika dikonfirmasi bitvonline.com, membenarkan sampai saat ini Kodam I/BB belum menyelesaikan perkara pemutusan kerjasama secara sepihak dengan investor lama, yakni Syamsulrizal. "Kodam I/BB belum memberikan ganti rugi kepada Syamsurizal," tegas Rismansyah Siregar.
Hal inilah yang membuat calon investor baru untuk mengelola lapangan golf tersebut merasa ketakutan. "Calon investor baru wajar saja ketakutan. Karena, sebaik apapun kontrak Kerjasama dibuat, bisa saja Kodam I/BB tiba-tiba melakukan pemutusan kontrak secara sepihak," tegas Rismansyah.
DIBANGUN DARI NOL
Syamsurizal melalui CV Sinar Alam Mandiri menjadi pengelola Lapangan Golf BBGC Desa Tuntungan, dimulai tahun 2017. Itu setelah Pangdam I/BB Mayjend Cucu Somantri dan Syamsurizal menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan lapangan golf tersebut dengan jangka waktu 15 tahun.
Berdasarkan kontrak kerjasama itu, Syamsurizal yang saat itu Ketua Umum Golf Profesional Indonesia (GPI), membangun Lapangan Golf BBGC Tuntutan itu dari nol. Selama 2-3 tahun, Syamsurizal membangun lapangan golf tersebut sehingga beroperasi normal dengan menghabiskan modal Rp 5 miliar lebih hingga menjadi lapangan golf yang standar.
Syamsurizal memperbaiki ruas jalan menuju Lapangan Golf BBGC yang saat itu rusak parah. Pada saat yang bersamaan, terjadi bencana nasional Covid 19 sehingga semakin menyulitkan untuk mengundang pengunjung untuk bermain golf.
Saat itu, pemain golf di BBGC Tuntungan hanya terbatas warga Kota Medan. Karena saat itu ada empat lapangan golf di Medan, yakni lapangan golf di Royal Sumatera, Helvetia, Martabe dan Tuntungan BBCC sendiri.
Namun, menjelang lima tahun dikelola Syamsurizal, Lapangan Golf BBGC Tuntungan tersebut sudah berjalan baik. Ini ditandai semakin ramainya pengunjung hingga ribuan pemain setiap bulan. Sehingga, ketika itu, Lapangan Golf BBGC Tuntungan sudah menguntungkan.
PENGELOLA DIPAKSA MUNDUR
Sayangnya, saat Kodam I/BB dipimpin Mayjend Daniel Cardin, melalui Kasdam Brigjen Rifky Nawawi, meminta supaya Syamsurizal mundur mengelola lapangan golf tersebut. Anehnya, alasannya lapangan golf itu akan dijadikan sebagai lapangan golf eksklusif.
Dan, 30 Maret 2023, tanpa ampun, Syamsurizal diusir dari Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Sejak saat itu, pengelolaan lapangan golf tersebut dikendalikan langsung Kodam I/BB. Sementara untuk menjadikan sebagai lapangan eksklusif, hanya mimpi semata. Malah yang terjadi saat ini adalah, Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu justru terancam bangkut dan tutup.
PERHATIAN PANGDAM I/BB
Sehubungan dengan itu, Pangdam I/BB yang baru, Mayjen TNI Hendy Antariksa diharapkan memberi perhatian serius terhadap nasib Lapangan Golf BBGC Tuntungan milik Kodam I/BB. Ini bisa dilakukan dengan menyelesaikan ganti rugi kepada Syamsurizal selaku investor lama.
Selanjutnya, Kodam I/BB dapat melakukan kerjasama dengan investor baru yang diharapkan bisa mengelola Lapangan Golf BBGC Tuntungan itu secara lebih baik. "Lapangan Golf BBGC Tuntungan ini adalah asset. Karena itu, Kodam I/BB jangan menelantarkannya," tegasnya.
Pangdam I/BB juga harus membersihkan oknum-oknum yang selama ini mengambil keuntungan pribadi dalam pengelolaan lapangan golf itu dalam tiga tahun terakhir.*
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji ulang harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Miny
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis dalam waktu dekat. Agenda ini menjadi bagi
POLITIK
JAKARTA Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BIRate di level 4,75 persen pada April 2026. Kebijakan ini dia
EKONOMI
BATU BARA Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Batu Bara semakin memicu kemarahan masyarakat. Harga beras, minyak goreng, hingga ga
EKONOMI
MEDAN Seorang pasien asal Medan, Mimi Maisyarah (48), diduga menjadi korban malapraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah setelah rahimnya dis
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut pemerintah masih menghadapi kendala dalam upaya pembebasan dua kapal milik PT Pertamina Int
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji nonsubsidi tidak akan memengaruhi ku
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memutuskan menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) daging sapi hidup di tingkat produsen serta daging kerbau beku di ti
EKONOMI
MEDAN Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menangkap dua pelaku begal yang menyerang seorang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya), Brigjen (Purn) Raziman Tarigan, dilaporkan meninggal dunia ak
PERISTIWA