Volume perdagangan tercatat mencapai 2 miliar saham senilai Rp1,49 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak penguatan IHSG pada awal perdagangan.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,53% ke Rp8.275, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,45% ke Rp6.975, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) bertambah 1,47% ke Rp4.830.
Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga naik 1% ke Rp2.030.
Di sisi lain, sejumlah saham besar justru melemah.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,62% ke Rp8.075, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,27% ke Rp3.670, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,53% ke Rp9.425, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 0,37% ke Rp6.700.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik.
Dari sisi global, sinyal kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) memicu pelaku pasar melakukan unwinding carry trade, di mana investor yang meminjam yen murah untuk berinvestasi di pasar berkembang mulai menarik dananya.
Selain itu, reli harga komoditas, terutama tembaga, yang terdorong oleh permintaan teknologi AI dan kendaraan listrik, memberikan dorongan positif bagi saham-saham sektor barang baku dan energi.
Di sisi domestik, January Effect membuat manajer investasi melakukan reinvestasi portofolio di awal tahun.
Fenomena ini mendorong IHSG menembus level psikologis 9.000 secara intraday pekan lalu.
Bank Indonesia mencatatkan net inflow asing sebesar Rp1,44 triliun pada pekan pertama Januari 2026, yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Meski perdagangan pekan ini akan lebih singkat karena libur Isra' Mi'raj pada Jumat (16/1), analis optimistis IHSG masih berada di fase bullish.
Technical analyst Phintraco Sekuritas mencatat indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought, sementara histogram MACD tetap positif, meski momentumnya mulai melemah.
IHSG diprediksi bergerak di kisaran support 8.800 dan resistance 9.000, cenderung berkonsolidasi di level 8.860–9.000 selama tidak menembus 9.000.
Disclaimer: Berita ini hanya bersifat informatif dan tidak menjadi ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.*