JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mendekati atau menembus level Rp 17.000 per dollar pada perdagangan pekan depan.
Kondisi ini memunculkan ketidakpastian terhadap independensi kebijakan moneter AS, sehingga mendorong penguatan dollar.
Selain itu, perkembangan geopolitik dunia seperti konflik Rusia-Ukraina yang masih memanas, potensi invasi AS ke Iran, hingga sengketa penguasaan wilayah Greenland antara AS dan Denmark juga memengaruhi pergerakan mata uang global.
Di dalam negeri, pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) Rp 276 triliun yang dinilai kurang berdampak terhadap ekonomi turut memberikan sentimen negatif.
"Hal ini menunjukkan adanya sinyal kurangnya koordinasi kebijakan moneter antara Kemenkeu dan Bank Indonesia," ujar Ibrahim.
Pada perdagangan Kamis (15/1/2026), rupiah ditutup melemah 31 poin atau 0,18 persen ke level Rp 16.896 per dollar AS.
Pelemahan ini juga tercermin di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang tercatat Rp 16.880 per dollar AS.*
(k/dh)
Editor
: Adam
Siapkan Dana Lebih! Rupiah Pekan Depan Bisa Sentuh Rp 17.000 per Dollar AS