Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Timur Tumanggor, Rabu (21/1/2026) dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Langkah ini dilakukan melalui program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), seiring kondisi stok pangan Sumut yang saat ini berada pada posisi surplus.
"Stok pangan kita sekarang surplus. Menjelang Ramadan hingga Idulfitri nanti, kita pastikan harga bahan pokok tetap terjaga dan tidak terlalu naik," kata Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Timur Tumanggor, Rabu (21/1/2026) dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut.
Sepanjang 2025, Sumut mencatat surplus beras lebih dari 2,2 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga tersisa sekitar 501 ribu ton untuk penyuplai provinsi lain.
Komoditas lain seperti cabai merah 134 ribu ton, cabai rawit 65 ribu ton, dan jagung 135 ribu ton juga mengalami surplus, meski harga cabai merah berpotensi fluktuatif karena sebagian dijual ke luar provinsi dengan harga lebih tinggi.
"Untuk cabai merah kadang fluktuatif karena sebagian dijual ke provinsi lain, makanya kita lakukan intervensi agar stok dan harga terkendali," ujar Timur.
Pemprov Sumut juga mengembangkan kawasan unggulan padi di Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan, serta kawasan cabai merah di Karo dan Batu Bara, termasuk intervensi pada alsintan, pupuk, dan bibit.
Selain menjaga produksi, pemerintah sigap melakukan pemulihan lahan pascabencana.
Berdasarkan data, terdapat 31.123 hektare lahan terdampak bencana, dengan rincian rusak ringan 22.063 ha, rusak sedang 4.500 ha, dan rusak berat 4.560 ha.
"Kecamatan Tukka, Sibolga misalnya ada 94 hektare yang rusak, langsung kita intervensi. Pemulihan lahan ditanggung oleh Kementan, provinsi, dan kabupaten/kota," terang Timur.
Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugrah menambahkan, melalui program Jaskop sepanjang 2025, Pemprov telah membangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 gudang penyimpanan cabai di Batu Bara dan Karo.
Kapasitas SDD mampu menampung hingga 2 ton cabai merah, mengurangi kehilangan pascapanen hingga 20% dan meningkatkan pendapatan petani sampai 22%.
Selain itu, Pemprov melalui BUMD melakukan pembelian dan penyaluran 50 ton cabai merah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menekan gejolak harga yang sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram di pasar tradisional.
Langkah ini, bersama operasi pasar murah, berhasil menurunkan angka inflasiSumut menjadi 3,96% pada November 2025.
"Berbagai langkah cepat dan terintegrasi ini terbukti efektif menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ujar Dikky.*