Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,44% ke posisi 97,16.
Mata uang regional juga menunjukkan tren positif. Yen Jepang menguat 0,89%, ringgit Malaysia 0,89%, won Korea 1,38%, dan dolar Singapura 0,25%.
Di sisi lain, rupee India melemah 0,36% dan baht Thailand terkoreksi 0,08%.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait pemilihan Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru.
"Spekulasi suku bunga akan turun berkurang karena pasar menilai ekonomi AS tetap kuat," ujarnya.
Data ekonomi terbaru AS juga menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan.
Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III/2025 melampaui ekspektasi, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan stabilitas.
Selain faktor global, dinamika geopolitik AS juga turut memengaruhi pasar.
Trump melunakkan ancamannya terhadap Greenland setelah mengklaim kesepakatan dengan NATO untuk akses permanen AS.