300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan GAMKI Sumut, Pemprov Dorong Usaha Makin Berdaya Saing
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMK
EKONOMI
Oleh:Marselinus Nirwan Luru.
KUNJUNGAN Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 12-13 Januari 2026 kembali menghidupkan perdebatan lama: ke mana arah sejati kota ini dibawa.
Baca Juga:
Bahkan, tak sedikit yang menafsirkan langkah ini sebagai strategi menutupi stagnasi pembangunan. Ada kekhawatiran bahwa IKN berisiko menjelma kota administratif yang sepi, tanpa denyut kehidupan urban yang sesungguhnya.
Namun, membaca IKN semata sebagai Ibu Kota Politik sesungguhnya terlalu menyederhanakan persoalan. Dalam sejarah panjang urbanisasi, fungsi politik justru kerap menjadi embrio pertumbuhan kota.
Persoalannya bukan pada fungsi politik itu sendiri, melainkan apakah fungsi tersebut mampu bertransformasi menjadi fondasi bagi terbentuknya sebuah polis: kota yang hidup, produktif, dan bermakna bagi warganya.
Kota sebagai Polis
Dalam tradisi klasik, polis bukan sekadar kota sebagai entitas fisik atau pusat administrasi. Polis adalah ruang hidup bersama, tempat warga bukan hanya tinggal, tetapi berpartisipasi, berproduksi, dan membangun makna kolektif.
Kota sebagai polis meniscayakan keberagaman fungsi, seperti ekonomi, budaya, pendidikan, dan ruang publik yang memungkinkan interaksi sosial berlangsung secara alami.
Dalam pemikiran Aristoteles (±350 SM), polis dipahami sebagai bentuk tertinggi dari kehidupan bersama (koinonia politike). Tujuan kota bukan sekadar bertahan hidup, melainkan mencapai the good life.
Kota, dengan demikian, dinilai dari kualitas relasi sosial dan kapasitas warganya untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik, bukan dari skala bangunan atau kecanggihan infrastrukturnya.
Pemahaman ini diperluas dalam teori urban modern. Jane Jacobs (1961) menekankan bahwa kehidupan kota bertumpu pada keberagaman aktivitas, kepadatan yang manusiawi, dan interaksi sehari-hari di ruang publik.
Kota yang hanya berfungsi sebagai pusat kekuasaan cenderung bersifat monofungsional dan rapuh. Sebaliknya, polis menuntut keberadaan warga yang menetap karena pilihan, bukan sekadar penugasan.
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMK
EKONOMI
MEDAN Kuasa hukum pemohon eksekusi tanah di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, mempertanyakan belum dite
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sebagai bentuk pemenuhan hak pelayanan kesehatan dasar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Tanah Untuk Rakyat (ATUR) Jakarta mengonsolidasikan kekuatan dalam aksi yang digelar di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, K
PERISTIWA
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi hukuman mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Men
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia Hery Susanto dengan hukuman penjara selama 5 tahun
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLOK Kepolisian Resor (Polres) Arosuka menemukan indikasi alih fungsi lahan di kawasan hulu sungai yang diduga berkaitan dengan banjir
PERISTIWA
PANGKALPINANG Humas Bea Cukai Pangkalpinang akhirnya memberikan respons atas konfirmasi wartawan mengenai dugaan peredaran rokok tanpa p
NASIONAL
MEDAN Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu mengajak siswa TK/SD Pertiwi Medan membangun kebiasaan
NASIONAL
MEDAN Fenomena hujan es terjadi di kawasan Medan Johor dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Rabu sore, 23 September 2026. Hujan yang tur
PERISTIWA