Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
Oleh: Hafidz Arfandi
DUNIA hari ini bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris sistemik. Bukan semata karena konflik bersenjata, tetapi karena cara kekuasaan global dijalankan tanpa peta yang jelas.
Di pusat pusaran itu, Donald Trump kembali menjadi figur kunci, bukan sekadar sebagai Presiden Amerika Serikat, melainkan sebagai simbol perubahan watak kepemimpinan global: konfrontatif, transaksional, dan sulit ditebak.Baca Juga:
Di bawah semboyan America First, Trump mengubah wajah diplomasi Amerika Serikat dari kepemimpinan normatif menjadi politik tekanan terbuka. Perang dagang menjadi pintu masuknya.
Tarif impor dijadikan senjata utama untuk memaksa mitra dagang tunduk pada kepentingan ekonomi AS. Hampir semua negara merasakannya, sekutu dekat maupun mitra strategis.
Indonesia adalah salah satu contoh nyata. Ancaman tarif hingga 32 persen memaksa pemerintah melakukan negosiasi intensif demi menurunkannya menjadi 19 persen.
Pola serupa dialami Kanada, Meksiko, Uni Eropa, dan Jepang. Pesannya jelas: hubungan dagang tidak lagi soal kemitraan jangka panjang, melainkan negosiasi berbasis tekanan.
Namun, Trump tidak berhenti di perdagangan. Politik luar negerinya bergerak zig-zag dan kerap tampak absurd. Venezuela, Iran, Terusan Panama, hingga Greenland tiba-tiba masuk dalam daftar kepentingan strategis AS.
Kasus Venezuela menjadi preseden berbahaya ketika Presiden Nicolas Maduro "diambil paksa" untuk diadili atas tuduhan narcoterrorism, sebuah langkah yang mengabaikan prinsip kedaulatan dan etika hukum internasional.
Greenland pun tak luput. Di balik retorika keamanan, tersimpan kepentingan penguasaan rare earth minerals, bahan strategis bagi teknologi masa depan dan industri persenjataan.
Trump mengirim sinyal bahwa Amerika Serikat siap mengusik bahkan sekutu lamanya sendiri demi kepentingan strategis jangka panjang.
Dunia yang Makin Sulit Dibaca
Kesulitan terbesar dunia hari ini adalah membaca arah Trump. Ia bisa menjadi ancaman dalam satu isu, tetapi tampil sebagai negosiator damai di isu lain.
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
LHOKSEUMAWE Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung program rehabilitasi dan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
SURABAYA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingka
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung m
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut dirinya bakal merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mencabut laporan polisi terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea terkait pernyataannya
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi ters
NASIONAL