Hari Kedelapan, 5 Jurnalis dan 3 Awak Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan
JAKARTA Tim SAR gabungan belum menemukan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda hingga h
PERISTIWA
Oleh: Hafidz Arfandi
DUNIA hari ini bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris sistemik. Bukan semata karena konflik bersenjata, tetapi karena cara kekuasaan global dijalankan tanpa peta yang jelas.
Di pusat pusaran itu, Donald Trump kembali menjadi figur kunci, bukan sekadar sebagai Presiden Amerika Serikat, melainkan sebagai simbol perubahan watak kepemimpinan global: konfrontatif, transaksional, dan sulit ditebak.Baca Juga:
Di bawah semboyan America First, Trump mengubah wajah diplomasi Amerika Serikat dari kepemimpinan normatif menjadi politik tekanan terbuka. Perang dagang menjadi pintu masuknya.
Tarif impor dijadikan senjata utama untuk memaksa mitra dagang tunduk pada kepentingan ekonomi AS. Hampir semua negara merasakannya, sekutu dekat maupun mitra strategis.
Indonesia adalah salah satu contoh nyata. Ancaman tarif hingga 32 persen memaksa pemerintah melakukan negosiasi intensif demi menurunkannya menjadi 19 persen.
Pola serupa dialami Kanada, Meksiko, Uni Eropa, dan Jepang. Pesannya jelas: hubungan dagang tidak lagi soal kemitraan jangka panjang, melainkan negosiasi berbasis tekanan.
Namun, Trump tidak berhenti di perdagangan. Politik luar negerinya bergerak zig-zag dan kerap tampak absurd. Venezuela, Iran, Terusan Panama, hingga Greenland tiba-tiba masuk dalam daftar kepentingan strategis AS.
Kasus Venezuela menjadi preseden berbahaya ketika Presiden Nicolas Maduro "diambil paksa" untuk diadili atas tuduhan narcoterrorism, sebuah langkah yang mengabaikan prinsip kedaulatan dan etika hukum internasional.
Greenland pun tak luput. Di balik retorika keamanan, tersimpan kepentingan penguasaan rare earth minerals, bahan strategis bagi teknologi masa depan dan industri persenjataan.
Trump mengirim sinyal bahwa Amerika Serikat siap mengusik bahkan sekutu lamanya sendiri demi kepentingan strategis jangka panjang.
Dunia yang Makin Sulit Dibaca
Kesulitan terbesar dunia hari ini adalah membaca arah Trump. Ia bisa menjadi ancaman dalam satu isu, tetapi tampil sebagai negosiator damai di isu lain.
JAKARTA Tim SAR gabungan belum menemukan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda hingga h
PERISTIWA
MUARA SABAK BARAT Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, menyalurkan bantuan sekitar 6.000 liter air bersih kepada warga yan
NASIONAL
JAKARTA Sidang perdana pakar telematika Roy Suryo dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuat aplikasi yang memungkinkan sekolah memberikan penilaian terhadap Satuan Pelayanan Pe
NASIONAL
JAKARTA Seorang perwira menengah Polri berinisial Kombes F yang bertugas di lingkungan Bareskrim Polri dilaporkan oleh warga negara Mala
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap kondisi kliennya setelah mengetahui perbedaan agama turut dicantumkan dalam
ENTERTAINMENT
OlehFirdaus ArifinPERGANTIAN Menteri Keuangan selalu melampaui urusan administratif. Di balik pembacaan sebuah keputusan presiden tersimpan
OPINI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, sebagai tersangka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq setelah politikus Partai Golkar itu terjaring operasi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 38 obyek aset berupa tanah dan bangunan dalam perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana penc
HUKUM DAN KRIMINAL