BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

BBM Terbatas di Padangsidimpuan, Warga Mengeluh Antri Panjang Sementara Pengecer Jual Harga Tinggi

Indra Saputra - Minggu, 01 Februari 2026 14:36 WIB
BBM Terbatas di Padangsidimpuan, Warga Mengeluh Antri Panjang Sementara Pengecer Jual Harga Tinggi
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak kembali terjadi di Kota Padangsidimpuan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kota Padangsidimpuan.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan mengalami gangguan distribusi, sehingga warga terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Berdasarkan keterangan salah seorang pengawas SPBU, kelangkaan ini bukan disebabkan oleh isu putusnya Jembatan Garoga seperti yang beredar, melainkan karena kapal tanker pengangkut BBM terlambat bersandar di pelabuhan atau terminal bahan bakar.

Baca Juga:

"Berdasarkan informasi dari lapangan dan sopir SPBU, kapal terlambat bersandar. Stok BBM sebenarnya masih aman, hanya pengirimannya yang tertunda," ujar pengawas tersebut kepada BITVONLINE, Minggu (1/2/2026).

Menurut pengawas, selama beberapa hari terakhir hanya tersedia BBM jenis biosolar dan pertalite masing-masing 8 kiloliter, sementara pengiriman Pertamax belum masuk sejak tiga hari terakhir.

Dampak dari keterlambatan distribusi ini juga mulai dirasakan masyarakat secara langsung.

Di sejumlah SPBU, antrean panjang terlihat sejak pagi hari, dan sebagian warga terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga lebih tinggi.

BBM Pertalite dijual antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter, sementara Pertamax dijual Rp26.000 per liter.

Seorang warga mempertanyakan asal-usul BBM yang dijual pengecer dengan harga jauh di atas harga resmi.

Ia mendesak pemerintah Kota Padangsidimpuan dan aparat penegak hukum menelusuri distribusi BBM ilegal yang memicu lonjakan harga.

Kelangkaan BBM akibat keterlambatan kapal tanker ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi distribusi energi, terutama menghadapi kondisi cuaca buruk maupun kendala operasional yang kerap terjadi di pelabuhan.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Februari 2026, Simak Daftar Lengkap BBM Nonsubsidi di Seluruh Indonesia
BMKG: Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Gayo Lues, Akibat Aktivitas Sesar Besar Sumatera Segmen Oreng
Heboh! Ledakan dari Drainase SPBU Picu Kebakaran di Plaza Millenium Medan
Satukan Komitmen, Jajaran Pemasyarakatan Wilayah Sumut Mantapkan Langkah Menuju WBK dan WBBM 2026
Jambin Tegaskan WBBM Bukan Sekadar Predikat, Tapi Amanah Jaga Kepercayaan Publik
Swasembada Energi Jadi Prioritas, Prabowo Beri Arahan Tegas ke Dewan Energi Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru