BINJAI — Wali Kota Binjai Amir Hamzah menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Jumat, 6 Februari 2026.
Amir Hamzah hadir didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan Kota Binjai.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam paparannya menyebut inflasi Sumut secara tahunan (year on year/y-on-y) tercatat sebesar 3,81 persen.
Sementara secara bulanan (month to month/m-to-m), Sumut mengalami deflasi 0,75 persen dan menjadi provinsi dengan deflasi terdalam kedua secara nasional.
Meski demikian, Bobby mengingatkan adanya tekanan inflasi yang berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil mencapai 1,23 persen.
Sejumlah komoditas disebut menjadi penyumbang inflasi, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan, dan daging ayam ras. Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya biaya logistik.
Menjelang Ramadhan, Bobby meminta seluruh kepala daerah meningkatkan pengawasan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan di wilayah masing-masing.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga diminta berperan aktif mengawal masa panen raya agar distribusi berjalan lancar.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan pemenuhan kebutuhan petani, termasuk ketersediaan pupuk bersubsidi dan kelancaran sistem irigasi, guna menjaga produksi pangan tetap stabil.
Dalam HLMTPID tersebut, para pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan Gerakan Pangan Murah, penambahan pasokan daging melalui Perum Bulog, kerja sama dengan produsen ayam dan telur, serta penundaan penyesuaian tarif administrasi daerah di tengah tekanan inflasi.