BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja, Apindo Soroti Tiga Tantangan Bisnis 2026

Adelia Syafitri - Selasa, 10 Februari 2026 10:00 WIB
Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja, Apindo Soroti Tiga Tantangan Bisnis 2026
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 9 Februari. (foto: @presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 9 Februari, untuk membahas arah dan prospek dunia usaha di Tanah Air.

Pertemuan ini berlangsung dengan suasana dialog terbuka, di mana Presiden mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari industri tekstil, garmen, dan alas kaki, hingga mebel serta makanan dan minuman.

"Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Presiden dalam upaya pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara," ujar keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram @presidenrepublikindonesia.

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyoroti tiga persoalan utama yang masih menjadi hambatan bagi iklim bisnis dan investasi di Indonesia pada 2026.

Menurut Shinta, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5–5,4 persen, sejumlah area krusial harus segera dibenahi agar daya saing nasional tidak tertinggal dari negara-negara tetangga.

Pertama, masalah regulasi dan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kemudahan berusaha.

"Kita masih ketinggalan dari banyak negara tetangga dalam hal doing business. Perbaikan di sektor ini menjadi sangat penting," kata Shinta.

Kedua, tingginya biaya berusaha atau cost of doing business, termasuk biaya logistik, biaya tenaga kerja, dan tingkat suku bunga, masih menjadi beban berat bagi pelaku usaha.

Ketiga, kualitas sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja menjadi fokus utama.

Shinta menekankan bahwa peningkatan produktivitas adalah isu penting yang tengah dibahas bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk mendukung daya saing industri dalam negeri.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.*


Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat ke Rp16.798/USD, Optimisme Konsumen dan Sentimen Global Jadi Pendorong
KUR BRI 2026: Pinjaman Modal Usaha Mulai Rp10 Juta, Cicilan Ringan hingga 60 Bulan
Bupati Humbahas Pimpin Rakor MBG dan KDMP, Pastikan Program Nasional Tepat Sasaran dan Memberi Manfaat Nyata Bagi Warga
Stabilkan Ekonomi, Bupati Oloan Dukung Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah
Bupati Humbang Hasundutan Buka Konsultasi Publik RKPD 2027, Fokus Perekonomian dan Pembangunan Berkeadilan
BRI Dukung Penyaluran Dana Tunggu Hunian untuk 100 Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru