Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 9 Februari. (foto: @presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 9 Februari, untuk membahas arah dan prospek dunia usaha di Tanah Air.
Pertemuan ini berlangsung dengan suasana dialog terbuka, di mana Presiden mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari industri tekstil, garmen, dan alas kaki, hingga mebel serta makanan dan minuman.
"Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Presiden dalam upaya pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara," ujar keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram @presidenrepublikindonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyoroti tiga persoalan utama yang masih menjadi hambatan bagi iklim bisnis dan investasi di Indonesia pada 2026.
Menurut Shinta, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5–5,4 persen, sejumlah area krusial harus segera dibenahi agar daya saing nasional tidak tertinggal dari negara-negara tetangga.
Pertama, masalah regulasi dan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kemudahan berusaha.
"Kita masih ketinggalan dari banyak negara tetangga dalam hal doing business. Perbaikan di sektor ini menjadi sangat penting," kata Shinta.
Kedua, tingginya biaya berusaha atau cost of doing business, termasuk biaya logistik, biaya tenaga kerja, dan tingkat suku bunga, masih menjadi beban berat bagi pelaku usaha.
Ketiga, kualitas sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja menjadi fokus utama.
Shinta menekankan bahwa peningkatan produktivitas adalah isu penting yang tengah dibahas bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk mendukung daya saing industri dalam negeri.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.*