Seruan itu disampaikan dalam pelantikan Badan Pengurus Daerah HIPMI Sumatera Utara di Medan, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Bobby menilai tren peningkatan realisasi investasi di Sumatera Utara sebagai indikator menguatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim bisnis daerah.
"Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan meningkatnya kepercayaan terhadap Sumatera Utara sebagai daerah tujuan investasi," ujarnya.
Menurut Bobby, peran pengusaha muda tidak berhenti pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja.
Ia menyinggung tren penurunan tingkat pengangguran terbuka sebagai sinyal bergeraknya aktivitas ekonomi. "Pengusaha muda memiliki posisi strategis sebagai pencipta nilai tambah sekaligus pembuka kesempatan kerja," kata dia.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Bobby, menempatkan kewirausahaan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi. Sejumlah langkah diklaim terus digenjot, mulai dari percepatan perizinan investasi, pengembangan kawasan industri, pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Ia berharap kepengurusan HIPMI Sumut periode 2026–2029 menyusun program kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Fokusnya antara lain mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, memperkuat tata kelola usaha, serta memanfaatkan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing.
Sementara itu, Akbar Himawan Buchari menekankan pentingnya sinergi antara program pemerintah pusat dan daerah.
Menurut dia, berbagai agenda prioritas nasional—mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga pengembangan sektor pertanian, kelautan, dan koperasi desa—memerlukan dukungan konkret dari dunia usaha di daerah.
"HIPMI harus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha anggota, tetapi juga memastikan kontribusi nyata terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," ujar Akbar.
Ia juga menyoroti urgensi menghadirkan investasi berkualitas di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Investasi, kata dia, perlu diarahkan agar memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pelantikan tersebut, menurut Akbar, menjadi momentum konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan program yang konkret dan terukur.
Dengan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha muda, optimisme terhadap penguatan fondasi ekonomi Sumatera Utara dinilai kian terbuka.
"Sumatera Utara memiliki potensi besar. Dengan kerja nyata dan sinergi, daerah ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing," kata Akbar.*
(dh)
Editor
: Dharma
Bobby Nasution dan Ketum HIPMI Dorong Pengusaha Muda Percepat Investasi di Sumut