"Saya merasa menjadi salah satu Presiden Indonesia yang dalam tiga bulan pertama pemerintahannya berhasil menghemat USD18 miliar secara tunai," ujar Prabowo di depan para pengusaha AS.
Prabowo menjelaskan penghematan tersebut diperoleh melalui pemangkasan inefisiensi dan pembatalan proyek-proyek tidak produktif, termasuk pengurangan anggaran kegiatan seremonial di instansi pemerintah.
Menurutnya, perayaan ulang tahun lembaga dan daerah sering menghabiskan anggaran besar tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
"Perayaan bisa dilakukan sederhana, misalnya makan siang bersama, agar penggunaan anggaran tetap rasional," tambah Prabowo.
Presiden juga menyinggung pengalaman studi banding ke Australia dan Jepang sebagai contoh penerapan efisiensi, di mana kegiatan kadang sia-sia karena waktunya bertepatan dengan libur nasional di negara tersebut.
Prabowo mengakui langkah efisiensi ini tidak selalu mulus. Ia menyebut sempat terjadi demonstrasi menentang kebijakan tersebut, fenomena yang menurutnya jarang terjadi di dunia.
Selain menyoroti efisiensi, Prabowo menegaskan peran strategis Amerika Serikat dalam sejarah dan ekonomi Indonesia.
Ia mengingatkan generasi muda untuk menghargai dukungan AS, termasuk program PL 480 di era 1960-an yang membantu sektor pertanian Indonesia di masa kritis.
"Amerika Serikat adalah salah satu mitra terkuat kami. Kami berharap hubungan ekonomi semakin diperkuat demi kepentingan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Penghematan anggaran yang diklaim ini sekaligus menjadi sinyal pemerintah ingin menegakkan tata kelola yang bersih, efisien, dan akuntabel, sejalan dengan upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.*
(oz/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Pamer Efisiensi Birokrasi dan Anggaran