BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Pasar Modal Indonesia “Sakit”, Universitas Paramadina Sebut Reformasi Tata Kelola Jadi Harga Mati

gusWedha - Kamis, 19 Februari 2026 19:27 WIB
Pasar Modal Indonesia “Sakit”, Universitas Paramadina Sebut Reformasi Tata Kelola Jadi Harga Mati
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung


Menanggapi evaluasi global, pemerintah menyiapkan reformasi menyeluruh.

Strategi yang diambil antara lain:
- Peningkatan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) menjadi 15 persen.
- Transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO) untuk mencegah manipulasi pasar.
- Penegakan hukum yang lebih tegas melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
- Penguatan sinergi antara OJK dan lembaga terkait untuk memulihkan kepercayaan investor internasional.

Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan pasar modal Indonesia kembali stabil, sehat, dan menarik bagi investor global.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Siap Perkuat JKN
Prabowo: Generasi Muda Indonesia Jangan Lupakan Peran Amerika Serikat
Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, 50 UMKM Terdampak di Sumut Ikuti Konsultasi Bisnis ‘UMKM Sumut Bangkit’ di Humbahas
Bupati Karo Temui AHY, Bahas Solusi Kemacetan dan Pengembangan Pariwisata
Prabowo Tegaskan: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Investor Aman!
Prabowo Saksikan 11 MoU RI-AS Senilai USD 38,4 Miliar, Sektor Strategis Terlibat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru