Menurutnya, minimarket telah berkembang pesat di seluruh wilayah Indonesia dan menjadi ancaman bagi keberlangsungan koperasi desa yang didorong untuk tumbuh.
Ia mengkritik dominasi Alfamart dan Indomaret yang, menurutnya, sudah merajalela dan menguntungkan para pemiliknya dengan merugikan ekonomidesa.
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujar Yandri.
Ia menambahkan bahwa keberadaan minimarket yang sangat besar, dengan lebih dari 20.000 gerai, telah menyebabkan ketimpangan yang merugikan masyarakat desa yang seharusnya mendapat dukungan dari program koperasi.
Mendes PDT juga menyatakan, "Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart dan Indomaret merajalela? Itu artinya kita tidak bisa bersaing dengan mereka yang sudah sangat besar dan sangat monopoli."
Pernyataan Yandri ini mendapat tanggapan dari Ketua Komisi V DPR, Lasarus, yang mendukung penuh upaya untuk mengutamakan keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pembangunan ekonomidesa.
Lasarus menyatakan bahwa dominasi minimarket harus dihentikan agar desa dapat berkembang melalui koperasi dan BUMDes yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
"Sekarang kita tunggu, Pak, mau BUMDes kek, mau Kopdes kek, yang penting itu untuk masyarakat desa, bukan untuk yang lain. Dominasi lah desa itu dengan Kopdes, kita dukung sepenuhnya," tegas Lasarus.
Namun, Lasarus juga mengingatkan Yandri untuk mempersiapkan strategi atau roadmap yang jelas agar program penghentian dominasi minimarket ini bisa direalisasikan dengan baik.