BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

IHSG Jeblok 4,38% di Awal Pekan, Saham Energi Justru Menguat

Adam - Senin, 09 Maret 2026 09:23 WIB
IHSG Jeblok 4,38% di Awal Pekan, Saham Energi Justru Menguat
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah cukup dalam pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026), di tengah kekhawatiran investor atas perkembangan geopolitik Timur Tengah dan sentimen data ekonomi global.

Berdasarkan pantauan Stockbit Sekuritas pukul 09.02 WIB, IHSG anjlok 4,38% ke level 7.253,29.

Baca Juga:
Koreksi terjadi hampir di seluruh saham unggulan, termasuk PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang merosot 8,70% ke Rp210 per saham, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,79% ke Rp6.875, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 4,39% ke Rp3.050.

Namun, beberapa saham sektor energi justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) naik 4,11% ke Rp1.900, sedangkan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melonjak 5,10% ke Rp1.855.

Menurut data indeks saham sektoral, seluruh sektor dibuka di zona merah.

Koreksi terbesar terjadi pada sektor bahan dasar (basik material) yang turun 7,67%, diikuti sektor infrastruktur turun 5,97% dan konsumer siklikal melemah 5,89%.

Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.300 hingga resistance 7.700 pada perdagangan hari ini.

Sementara pada penutupan Jumat (6/3), indeks komposit terkoreksi 1,62% ke level 7.585.Sentimen negatif datang dari pasar global.

Wall Street mengalami pelemahan signifikan pada Jumat (6/3), sementara harga minyak mentah WTI naik di atas US$90 per barel, mencatat penguatan mingguan terbesar sejak 1983.

Kekhawatiran investor meningkat menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang AS-Iran tidak akan berakhir tanpa "penyerahan tanpa syarat" dari Iran.

Selain itu, serangan Israel terhadap depot minyak di Iran pada Sabtu (7/3) menambah kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Anjlok ke Rp17.000! Tembus Level Tertinggi Sejak Pandemi dan Krisis 1998
Harga Emas Antam Turun ke Rp 3 Juta per Gram, Dolar AS dan Minyak Jadi Pemicu
Prabowo dan Ideologi Realisme (Thucydides, Cautilya, dan Mearsheimer)
Keputusan Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Dinilai Keliru, Jamal Sinaga: Harusnya Hentikan Sementara
Sawit: Sumber Energi Nasional yang Kini Jadi 'Tameng' di Tengah Krisis Energi Global
IHSG Anjlok 7,89 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Turun Rp1.160 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru