BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Lebaran 2026: Kadin Prediksi Perputaran Uang Tembus Rp 161 T, Sektor UMKM Diuntungkan

Adelia Syafitri - Minggu, 15 Maret 2026 11:27 WIB
Lebaran 2026: Kadin Prediksi Perputaran Uang Tembus Rp 161 T, Sektor UMKM Diuntungkan
Ilustrasi uang baru, tukar uang baru 2026. Tukar uang baru 2026 BCA. Syarat tukar uang baru BCA. (Foto: Kontan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi perputaran uang selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 H akan mencapai Rp 161 triliun, melampaui angka tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 148,4 triliun.

Prediksi ini memperlihatkan adanya kenaikan sekitar 8% dalam perputaran uang nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan perhitungan ini didasarkan pada asumsi jumlah pemudik mencapai 143,9 juta orang, yang setara dengan 35,97 juta kepala keluarga (KK). Rata-rata tiap keluarga diperkirakan membawa uang sebesar Rp 4,125 juta.

Baca Juga:

"Angka ini adalah perkiraan moderat atau yang paling rendah. Bila setiap keluarga membawa uang Rp 4,5 juta, perputaran uang bisa tembus hingga Rp 161,9 triliun," kata Sarman, Minggu (15/3/2026).

Penyebaran Uang Menyentuh Berbagai Sektor Ekonomi

Uang yang beredar selama Lebaran diprediksi akan banyak terkonsentrasi di provinsi-provinsi padat penduduk seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Selain itu, sejumlah daerah wisata di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan lainnya juga akan menikmati dampak positif dari perputaran uang Lebaran.

Sarman menambahkan, perputaran uang selama liburan Lebaran ini menyasar hampir seluruh sektor usaha, mulai dari transportasi, UMKM, hingga sektor konsumsi rumah tangga.

"Tiket mudik, biaya tol dan BBM, oleh-oleh, THR, pakaian baru, hingga kebutuhan pangan untuk merayakan Lebaran akan mendorong konsumsi masyarakat," ujar Sarman.

Berbagai sektor yang paling terdampak di antaranya adalah pedagang makanan dan minuman, penjual oleh-oleh khas daerah, serta usaha kuliner yang akan mendapatkan lonjakan omzet signifikan selama musim mudik dan libur Lebaran.

Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga Didorong Oleh Momentum Lebaran

Menurut Kadin, konsumsi rumah tangga selama Lebaran diperkirakan akan melonjak sekitar 10-15%. Ini menjadi salah satu faktor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4-5,5%, dan dengan adanya momentum libur Nataru, Imlek, dan Lebaran, Sarman optimis target tersebut dapat tercapai.

"Perekonomian Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh pada kuartal I-2026. Selain dari momentum libur Nataru dan Imlek, Lebaran akan menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat," tambahnya.

Ketahanan Energi Jadi Kunci Keberhasilan

Namun, Sarman juga menekankan bahwa pemerintah harus menjaga stabilitas pasokan energi, terutama BBM dan gas, selama periode Lebaran.

"Geopolitik global, terutama ketegangan di Timur Tengah, berpotensi mengganggu pasokan energi. Pemerintah harus memastikan pasokan BBM dan gas cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mereka tetap bisa berbelanja dengan nyaman," jelasnya.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Harga Pangan 15 Maret 2026: Bawang Merah dan Cabai Mahal, Apa Saja yang Naik?
KPK Duga Kepala Daerah Lain Terlibat Pemberian THR untuk Forkopimda, Termasuk Polisi dan Jaksa
Meski Ketegangan Timur Tengah, Zulhas Pastikan Stok Pangan Indonesia Aman dan Harga Terjangkau
Kritik Keras Jusuf Kalla: Komunikasi Pemerintah Tak Nyambung, Menteri Justru Bertengkar di Ruang Publik
KPK Tegaskan Kepala Daerah Tak Wajib Beri THR ke Forkopimda, Imbau Hindari Gratifikasi
Diduga Tangkap Ikan Ilegal, 19 Nelayan Indonesia Diamankan Otoritas Thailand
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru