BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Akan Naikkan Harga BBM Hingga Akhir 2026

Adelia Syafitri - Selasa, 17 Maret 2026 18:29 WIB
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Akan Naikkan Harga BBM Hingga Akhir 2026
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran negara saat ini cukup untuk menahan dampak kenaikan harga minyak dunia tanpa perlu menaikkan harga BBM domestik.

"Jadi fungsi anggaran adalah mengabsorpsi shock dari luar tadi. Jadi sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:

Purbaya juga menambahkan bahwa meskipun harga minyak dunia telah meningkat tajam, pemerintah masih memiliki dana yang cukup untuk mempertahankan harga BBM pada level saat ini.

Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mempersiapkan anggaran yang cukup besar untuk menahan dampak dari fluktuasi harga minyak dunia.

Bahkan, menurutnya, negara masih memiliki dana cadangan yang bisa digunakan untuk menjaga kestabilan harga BBM hingga akhir tahun.

"Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, enggak ada masalah," tegas Purbaya.

Sebelumnya, meskipun harga minyak mentah dunia sempat meroket akibat ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, Menteri Keuangan ini memastikan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi.

Purbaya mengatakan, meskipun harga minyak mentah dunia sempat menembus level 100 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang berada di kisaran 70 dolar per barel, pemerintah tetap bisa menahan harga BBM.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai "shock absorber" untuk meredam dampak lonjakan harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga BBM domestik yang terlalu cepat akan memperburuk daya beli masyarakat dan berisiko memperlambat perekonomian nasional.

"Enggak, kita enggak akan naikkan harga BBM. Kita akan terus menahan harga BBM ini karena bila langsung diteruskan ke harga BBM domestik, itu bisa memperlambat perekonomian dan mengganggu daya beli masyarakat," ujar Purbaya.

Purbaya juga menyentil pengamat ekonomi yang meragukan kemampuan pemerintah untuk menahan harga BBM.

Menurutnya, banyak pengamat yang tidak mengetahui detail penggunaan anggaran negara yang sebenarnya masih cukup besar.

"Saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai, yang pengamat-pengamat itu enggak tahu uangnya di mana," ujar Purbaya dengan nada tegas.


Kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memang memberi tekanan pada ekonomi global.

Namun, pemerintah Indonesia, melalui Purbaya, berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat dengan tidak langsung mentransfer lonjakan harga minyak dunia ke harga BBM domestik.

Purbaya menekankan bahwa anggaran yang tersedia saat ini mampu menjaga kestabilan harga BBM meski kondisi global tidak menentu.

Sehingga, pemerintah masih optimis dapat mengatasi tantangan yang ada tanpa perlu menaikkan harga BBM hingga akhir tahun ini.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Perintahkan Evaluasi Menyeluruh Desain Kepegawaian Nasional, Fokus pada Sektor 3T
MK Perintahkan Revisi UU Pensiun Pejabat Negara, DPR Usulkan Pembentukan Pansus
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG 2026 Tak Akan Dipangkas
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga  DPR, Menkeu Purbaya: Gapapa, Sudah Kegedean Juga
Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN
Istana Rencanakan Pemotongan Gaji Menteri hingga DPR untuk Hadapi Krisis Ekonomi Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru