JAKARTA — Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menunjukkan bahwa mayoritas ekonom menilai kondisi perekonomian Indonesia semakin memburuk.
Survei yang melibatkan 85 ekonom dari berbagai latar belakang ini menggambarkan kecenderungan pesimistis terhadap arah perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Sebanyak 48 persen atau 41 dari 85 ekonom yang disurvei menilai bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, 38 persen lainnya menyatakan bahwa kondisi ekonomi tidak mengalami perubahan signifikan, dan hanya 14 persen yang optimis dengan keadaan ekonomi saat ini.
Survei ini meminta para responden untuk memberikan penilaian berdasarkan skor -2 hingga +2 terkait kondisi ekonomi saat ini.
Hasilnya, rata-rata skor mencapai -0,39, yang mencerminkan kecenderungan mayoritas ekonom yang menilai bahwa perekonomian Indonesia sedang memburuk atau stagnan.
Namun, meskipun pesimisme terhadap kondisi perekonomian semakin menguat, keyakinan terhadap pemulihan ekonomi di masa depan masih relatif tinggi.
Para ahli memberikan skor rata-rata 7,37 dari 10 terkait keyakinan terhadap ekonomi Indonesia.
Hal ini mencerminkan harapan bahwa perbaikan mungkin terjadi, meskipun tidak segera terlihat dalam waktu dekat.
"Setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan, para ahli masih meyakini bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik," tulis LPEM FEB UI dalam laporannya yang dirilis pada Jumat, 13 Maret 2026.
Salah satu masalah yang menjadi perhatian utama adalah inflasi.
Hasil survei menunjukkan bahwa 67 persen ekonom (57 responden) menilai bahwa tekanan inflasi telah meningkat dibandingkan tiga bulan lalu.