Garuda Indonesia juga mulai merasakan dampak positif dari dukungan pendanaan, terutama dari Danantara.
Pendanaan tersebut membantu memperbaiki kinerja operasional pada semester kedua 2025, yang juga didukung oleh penyelesaian lebih dari 100 event perawatan armada.
"Kami optimis, dengan progres pemulihan armada dan implementasi transformasi yang konsisten, kapasitas produksi dan kinerja operasional Garuda Indonesia akan membaik secara bertahap, menuju fase pemulihan yang lebih solid," tambah Glenny.
Di akhir tahun 2026, Garuda Indonesia menargetkan untuk mengoperasikan sebanyak 68 armada yang dapat beroperasi, sementara Citilink, yang merupakan anak perusahaan Garuda, menargetkan 50 armada pada akhir 2026.*