BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Kapan Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka? IHSG Diprediksi Menguat, Tapi Sentimen Geopolitik Menjadi Tantangan

Adelia Syafitri - Selasa, 24 Maret 2026 09:47 WIB
Kapan Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka? IHSG Diprediksi Menguat, Tapi Sentimen Geopolitik Menjadi Tantangan
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Setelah libur panjang menyusul perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali dibuka pada Rabu, 25 Maret 2026.

Libur bursa yang dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi, dilanjutkan dengan cuti Idulfitri yang berlangsung hingga Selasa, 24 Maret 2026.

Perdagangan saham BEI terhenti selama lima hari berturut-turut, termasuk periode libur Idulfitri yang dimulai pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga:

Dengan dimulainya kembali aktivitas pasar pada pertengahan pekan ini, pelaku pasar diprediksi akan kembali merespons dinamika ekonomi domestik dan global yang berkembang.

Sebelum libur panjang dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan momentum positif.

Pada Selasa, 17 Maret 2026, IHSG berhasil menguat 1,20% atau 84,55 poin ke level 7.106,83, setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Penguatan tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia meskipun ada ketegangan geopolitik global.

Pada hari itu, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.148,25. Sebanyak 457 saham tercatat menguat, sementara 214 saham mengalami penurunan, dan 148 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar BEI pun tercatat mencapai Rp12.573 triliun.


Di sektor saham, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatatkan kenaikan harga paling signifikan, dengan penguatan sebesar 7,82% ke posisi Rp2.000 per saham.

Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) juga mengalami lonjakan harga sebesar 5,80%, ditutup di harga Rp208.975 per saham.

Meskipun pasar saham Indonesia menunjukkan penguatan sebelum libur, ketidakpastian global, terutama terkait dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, mempengaruhi kondisi pasar global.

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah meningkatkan volatilitas pasar saham dunia, dan hal ini berpotensi memberikan dampak pada pasar saham Indonesia pasca-liburan.

Namun, pelaku pasar akan tetap mencermati data ekonomi domestik, termasuk keputusan Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi.

Diharapkan, dengan pembukaan kembali pasar pada Rabu (25/3/2026), IHSG bisa melanjutkan tren positif, meskipun pasar global masih dipenuhi ketidakpastian.

Mengingat kondisi pasar yang kembali aktif setelah libur panjang, analisis pasar mengindikasikan potensi fluktuasi yang cukup tajam pada hari pertama pasca-liburan.

Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap sentimen global yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga saham di BEI.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah ke Rp16.996,5, Tekanan Dolar AS Masih Berlanjut Pasca-Libur Idulfitri
Kapolres Padangsidimpuan Pimpin Patroli Keamanan di Pusat Perbelanjaan dan Wisata, Pastikan Idulfitri Aman dan Nyaman
6 Tips Ampuh Menjaga Berat Badan Stabil Setelah Lebaran Tanpa Mengurangi Kenikmatan Makan
Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia
70.000 Umat Nabi Muhammad SAW Masuk Surga Tanpa Hisab, Apa Saja Sifat yang Mereka Miliki?
TNI Hadapi KKB di Kampung Topo Nabire: Dua Prajurit Terluka, Barang Bukti Senjata dan Bendera Bintang Kejora Diamankan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru