Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
Oleh:Prof. Dr. Prudensius Maring.
SERUAN Presiden Prabowo Subianto agar pejabat, aparat, dan seluruh institusi negara "bersihkan dirimu, atau akan dibersihkan" terdengar tegas, langsung, dan tidak memberi banyak ruang untuk ditawar.
Seruan itu datang bersamaan dengan arus balik Lebaran, ketika jutaan orang kembali ke kota dan perlahan masuk lagi ke ritme keseharian.Baca Juga:
Dalam suasana seperti ini, "kembali" tidak lagi sekadar perpindahan fisik, tetapi membawa pertanyaan lebih dalam: apa yang sungguh berubah setelah pulang?
Saya melihat seruan ini penting dan layak didukung. Bukan semata karena datang dari Presiden, tetapi karena arah yang ditunjukkannya jelas.
Aparatur negara berada di posisi strategis sebagai lokomotif perubahan. Dari sanalah gerak perbaikan bisa dimulai, atau justru terhenti.
Ketika yang berada di depan tidak menunjukkan arah yang tegas, sulit berharap yang lain akan bergerak dengan keyakinan yang sama.
Dalam keseharian, kita menyaksikan adanya tuntutan koreksi yang makin terasa. Masyarakat didorong untuk lebih tertib, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari setiap tindakan.
Hal-hal yang tampak sederhana—seperti membayar pajak tepat waktu, mematuhi aturan lalu lintas, atau menjaga ketertiban ruang publik—perlahan menjadi ukuran kedewasaan sosial.
Dalam konteks ini, negara tidak bisa berada di luar arus tersebut. Ia tidak cukup hanya mengatur, tetapi perlu hadir sebagai contoh yang lebih dahulu bergerak.
Di sinilah prinsip tata kelola yang baik menemukan relevansinya. Akuntabilitas, transparansi, dan integritas bukan sekadar istilah normatif yang diulang dalam dokumen kebijakan, melainkan harus tampak dalam praktik.
Seruan "bersihkan diri" menyentuh langsung inti dari hal itu: bahwa kekuasaan tidak kebal terhadap koreksi. Ia justru harus membuka diri, menata ulang, dan memastikan bahwa setiap kewenangan dijalankan dengan tanggung jawab yang dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masy
EKONOMI
SIBOLGA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memilih tidak memberikan komentar terkait temuan dugaan pemborosan anggaran Program Ma
NASIONAL
MEDAN Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengaku kini memiliki banyak pihak yang merasa terganggu sejak pemerintah menjalank
NASIONAL
MEDAN Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permohonan maaf usai video dirinya yang diduga mengejek seorang warga saat menyampaikan kelu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru sepenuhny
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran uang dalam perkara suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (K
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pembentukan Dewan Pengawas untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). D
NASIONAL