JAKARTA — Menanggapi beredarnya isu terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku mulai 1 April 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai hal tersebut.
Bahlil menyatakan bahwa meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan yang signifikan, dengan harga mencapai 115 dolar AS per barel, Pemerintah Indonesia masih belum merencanakan kenaikan harga BBM untuk rakyat.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil kebijakan terkait hal ini.
"Presiden Prabowo tidak membahas soal kenaikan BBM untuk saat ini. Beliau sangat mempertimbangkan kondisi masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah. Jadi, sampai saat ini, belum ada keputusan terkait itu," ujar Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam agenda kenegaraan di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026).
Pernyataan Bahlil ini sekaligus merespons rumor yang beredar di kalangan publik tentang kemungkinan kenaikan harga BBM per 1 April 2026.
Menurut Bahlil, keputusan terkait subsidi BBM berada di tangan Presiden, dan ia meminta agar publik memberikan kepercayaan penuh kepada Presiden Prabowo dalam membuat keputusan yang terbaik untuk rakyat.
"Insya Allah, Bapak Presiden sangat paham dan memiliki hati untuk memperhatikan rakyat kecil. Saya yakin beliau akan memutuskan yang terbaik demi kebaikan bangsa dan negara," tambah Bahlil.
Seiring dengan ketegangan geopolitik global, terutama perang di Timur Tengah, harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan tajam.
Beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Thailand, Filipina, dan Australia, sudah mulai menaikkan harga BBM sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak global tersebut.
Namun, pemerintah Indonesia memastikan bahwa harga BBM subsidi dalam negeri tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat.
Bahlil menegaskan bahwa meskipun harga minyak dunia terus meningkat, pemerintah akan tetap berupaya menjaga stabilitas harga BBM di Indonesia.
"Harga minyak dunia sudah mencapai 115 dolar AS per barel. Di dalam negeri, harga BBM masih stabil. Presiden kita setiap hari memikirkan pembangunan negara, namun juga tidak melupakan kebutuhan masyarakat yang lebih rendah," ungkap Bahlil.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa kebijakan subsidi BBM akan tetap mengutamakan kelompok masyarakat yang berhak.
Pemerintah akan memastikan agar mereka yang tergolong dalam golongan yang membutuhkan tetap bisa mengakses BBM dengan harga yang terjangkau.
"Fokus utama kami adalah melindungi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Kami akan memastikan proses komunikasi internasional berjalan lancar dan memberikan keputusan yang tepat waktu," ujar Bahlil.
Sementara itu, Bahlil juga menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi, yang digunakan oleh sektor industri, akan tetap mengikuti fluktuasi pasar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemerintah menilai bahwa kelompok masyarakat yang mampu tidak seharusnya menjadi tanggungan negara dalam hal konsumsi BBM.
"BBM yang digunakan oleh industri seperti bensin RON 95 dan RON 98, itu seharusnya digunakan oleh kelompok yang mampu. Tugas negara bukan untuk menanggung konsumsi bahan bakar bagi orang-orang yang mampu," pungkas Bahlil.
Kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik juga memberi tekanan besar bagi banyak negara.
Namun, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan terus berusaha menjaga stabilitas harga energi dalam negeri agar tidak memberikan dampak buruk pada ekonomi masyarakat, terutama yang berada di kelas menengah ke bawah.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan akan mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.*
(tm/ad)
Editor
: Dharma
Isu Kenaikan BBM 1 April 2026, Ini Kata Menteri ESDM Bahlil