Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA – Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususnya di sektor energi terbarukan dan hilirisasi mineral kritis.
Penandatanganan tiga nota kesepahaman antara kedua negara pada 3 April 2026 bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.
Alfons Manibui, anggota Komisi XII DPR RI, mendukung langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah mencanangkan kerjasama dengan Korsel.Baca Juga:
Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi energi bersih seperti energi terbarukan, hidrogen, dan smart grid, serta penguatan teknologi carbon capture and storage (CCS).
Selain itu, Indonesia juga akan memperkuat pengembangan mineral kritis yang menjadi bahan baku utama untuk industri energi masa depan, terutama baterai kendaraan listrik.
"Kerja sama ini sangat penting dalam memperkuat hilirisasi mineral kritis, terutama nikel. Mengingat Indonesia menguasai sekitar 40 persen cadangan nikel dunia, ini adalah momentum strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pemain utama di rantai nilai industri baterai global," ujar Alfons dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, berpotensi menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik (EV), seiring dengan semakin meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan listrik.
Alfons menekankan bahwa kerja sama ini harus disertai dengan transfer teknologi yang konkret dan terukur untuk memperkuat kapasitas industri nasional dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Ketahanan Energi di Tengah Geopolitik Global
Selain potensi hilirisasi, kerja sama ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, terutama dalam menghadapi ketegangan geopolitik global. Salah satunya adalah potensi gangguan rantai pasokan energi akibat ketidakpastian di Timur Tengah.
"Kerja sama ini akan memperkuat kedaulatan energi Indonesia dari sisi pasokan, teknologi, dan nilai tambah ekonomi, sehingga Indonesia tidak rentan terhadap gejolak energi global," tambah Alfons.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman ini yang diharapkan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi kedua negara, serta menciptakan iklim investasi yang lebih baik di sektor energi.
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN