Inara Rusli Ganti Nama Jadi Inara Sati, Ungkap Dua Putranya Didiagnosis ADHD dan Autisme
JAKARTA Selebgram Inara Rusli, yang kini memilih menggunakan nama panggung baru, Inara Sati, kembali mencuri perhatian publik dengan cerit
ENTERTAINMENT
JAKARTA — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) pada perdagangan Senin ini (6/4/2026) tercatat mengalami penurunan.
Emas Logam Mulia Antam dijual dengan harga Rp 2.831.000 per gram, melemah Rp 26.000 dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Di sisi lain, harga pembelian kembali (buyback) juga tercatat turun, menjadi Rp 2.550.000 per gram, berkurang Rp 27.000 dari hari sebelumnya.Baca Juga:
Penurunan harga emas ini sejalan dengan tren melemahnya harga emas dunia, yang tercatat di pasar spot pada level US$ 4.637,5 per troy ons, atau turun 0,85% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Jumat Agung.
Menurut analisis pasar, penurunan harga emas dunia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama terkait dengan ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Iran terkait dengan pembukaan Selat Hormuz.
Ancaman ini memicu lonjakan harga minyak dunia, dengan harga minyak Brent yang tercatat naik 1,57% ke level US$ 110,75 per barel pada pagi ini.
Kenaikan harga minyak ini, ditambah dengan ketegangan di Timur Tengah, menciptakan ketidakpastian yang berdampak langsung pada pasar keuangan global.
Bagi emas, yang merupakan aset non-yielding (tidak memberikan imbal hasil), meningkatnya harga minyak dan ketegangan geopolitik membuat investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil, seperti obligasi dan saham.
Ini mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi.
Daftar Lengkap Harga Emas Logam Mulia Antam 6 April 2026:
0,5 gr: Rp 1.465.500
1 gr: Rp 2.831.000
2 gr: Rp 5.602.000
3 gr: Rp 8.378.000
5 gr: Rp 13.930.000
10 gr: Rp 27.805.000
25 gr: Rp 69.387.000
50 gr: Rp 138.695.000
100 gr: Rp 277.312.000
250 gr: Rp 693.015.000
500 gr: Rp 1.385.820.000
1.000 gr: Rp 2.771.600.000
Kenaikan harga energi, seperti minyak, dapat berisiko memperburuk inflasi global, memaksa bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve AS, untuk lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga acuan.
Dengan begitu, emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga atau imbal hasil akan semakin kurang menarik bagi para investor yang mencari keuntungan lebih tinggi dari instrumen investasi lainnya.
Bahkan, beberapa analis memperkirakan jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, emas mungkin akan tetap tertekan di zona merah.
Situasi ini membuat pasar emas cenderung mengalami koreksi dalam dua hari perdagangan berturut-turut.*
(bb/ad)
JAKARTA Selebgram Inara Rusli, yang kini memilih menggunakan nama panggung baru, Inara Sati, kembali mencuri perhatian publik dengan cerit
ENTERTAINMENT
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil lima saksi dari biro perjalanan atau travel agent terkait dugaan korupsi d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapoksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menilai bahwa rancangan UndangUndang (RUU) Pera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang akan mengelola aset ra
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi serius isu yang beredar di kalangan internal Kementerian Keuangan (Kemen
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR kembali mengundang sejumlah pakar untuk memberikan masukan terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengumumkan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), melalui kuasa hukumnya, melaporkan ahli digital forensik Ri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyampaikan respons terhadap usulan Presiden ke6 Republik Indonesia, Sus
NASIONAL