BREAKING NEWS
Senin, 06 April 2026

IHSG Tertekan 1% di Awal Pekan, Saham DSSA dan DATA Anjlok Drastis!

Adam - Senin, 06 April 2026 09:25 WIB
IHSG Tertekan 1% di Awal Pekan, Saham DSSA dan DATA Anjlok Drastis!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1% ke level 6.956,64 pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026).

Sejumlah saham besar (big caps) seperti DSSA, DATA, hingga BRPT kompak terjerembap di zona merah.

Pada pembukaan sesi perdagangan, data RTI Business menunjukkan bahwa IHSG mengalami penurunan sebesar 1% atau 70,14 poin dari level sebelumnya, dengan rentang pergerakan berada antara 6.956 hingga 7.008.

Baca Juga:

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.144 triliun, sementara total volume perdagangan saham mencapai 588,47 juta lembar dengan nilai transaksi senilai Rp313,33 miliar.

Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat ada 163 saham yang menguat, sementara 316 saham melemah, dan 204 saham stagnan.

Dari jajaran emiten besar, saham DSSA tercatat terperosok 11,19% atau 7.875 poin ke level harga Rp62.500 per lembar.

Sementara itu, saham DATA anjlok 14,91% atau 325 poin, turun ke posisi Rp1.855 per lembar.

Saham BRPT juga tidak luput dari tekanan pasar, dengan pelemahan sebesar 5,47% atau 70 poin, ke level Rp1.210 per lembar.

Di sisi lain, saham BBCA terpantau naik 0,76% ke posisi Rp6.625 per lembar, sementara saham BMRI juga menguat 0,86% menuju level Rp4.690 per lembar.

Penghuni top gainers hari ini didominasi oleh saham GUNA yang melejit 12,15% atau 26 poin, mencapai harga Rp240 per lembar, diikuti oleh CHEM yang juga melonjak 11,68%, serta OILS yang naik 9,49%.

Sebelumnya, IHSG diproyeksikan berpotensi menguji area 7.150 hingga 7.200 pada pekan 6–10 April 2026.

Namun, tekanan jual yang masih dominan, ditambah dengan sentimen negatif dari ketegangan geopolitik global dan arus keluar dana asing, membuat pergerakan IHSG saat ini cenderung tertekan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, Chory Agung, dan Abida Massi Armand, mencatat bahwa pada pekan lalu IHSG ditutup melemah 1,59% ke level 7.026, dengan net foreign sell mencapai Rp4,77 triliun.

Meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Iran, memicu pelaku pasar untuk bersikap risk-off, sementara isu domestik terkait saham dengan kepemilikan terkonsentrasi turut menambah tekanan terhadap pasar.

Menurut tim riset BRI Danareksa Sekuritas, potensi rebound IHSG masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.950.

"Jika IHSG bertahan di area support ini, kemungkinan akan mengalami rebound menuju level 7.150–7.200," kata mereka dalam laporan teknikal.

Namun, risiko penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai, dengan pola descending triangle yang menunjukkan tekanan jual yang masih dominan.

Tekanan eksternal, seperti penguatan dolar AS di tengah ketegangan global, juga berpotensi memberi dampak negatif pada IHSG.

Jika konflik Iran tidak segera mereda, pelemahan rupiah bisa memperburuk kondisi ini, dan IHSG berpotensi bergerak di bawah level 7.000.

Di dalam negeri, pasar kini juga akan mencermati realisasi 8 kebijakan penghematan nasional oleh pemerintah.

Kebijakan tersebut diprediksi akan menghasilkan penghematan signifikan, dengan Rp6,2 triliun dari WFH ASN dan Rp130 triliun dari efisiensi anggaran.

Selain itu, langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal juga memberikan sentimen positif jangka panjang, meskipun secara jangka pendek, pasar masih akan terfokus pada gejolak geopolitik.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dipertimbangkan oleh investor, antara lain:

- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan target harga Rp2.500–Rp2.600 per saham,
- PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dengan target harga Rp1.910–Rp1.985 per saham,
- PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dengan target harga Rp755–Rp805 per saham.

Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Kami tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul akibat keputusan investasi pembaca.*


(bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Turun Rp 26.000, Kini Rp 2,83 Juta per Gram
Rupiah Tertahan di Level Rp17.000/US$, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia?
Di Atas Bahu Jalan, di Bawah Bayang-Bayang Pembiaran: Jejak Usaha Potong Ayam di Talawi
Mentan Amran Minta Harga Pestisida Tak Naik Berlebihan: Untung Boleh, Tapi Jangan Banyak-Banyak
Jokowi Telepon Putra Mahkota Arab Saudi: Yang Mulia MBS, Kapan Perangnya Selesai?
Daftar Harga Emas Antam Terkini Per 5 April 2026: 1 Gram Tetap Rp2,85 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru