BREAKING NEWS
Senin, 06 April 2026

APBN Cuma Tersisa 2 Minggu? Menkeu Purbaya Bantah: Isu Ini Dari Dalam Kemenkeu, Saya Bingung

Dharma - Senin, 06 April 2026 12:34 WIB
APBN Cuma Tersisa 2 Minggu? Menkeu Purbaya Bantah: Isu Ini Dari Dalam Kemenkeu, Saya Bingung
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026). (foto: tangkapan layar yt TVR Parlemen)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi serius isu yang beredar di kalangan internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai kondisi keuangan negara yang dianggap kritis.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026), Purbaya mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak di Kemenkeu yang menyebarkan isu yang mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan bertahan selama dua minggu.

Purbaya mengungkapkan kebingungannya terkait isu tersebut, yang menurutnya berasal dari dalam Kemenkeu sendiri.

Baca Juga:

"Ada orang yang bilang uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis, bahkan bukan dari luar, tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," ujar Purbaya dengan nada heran saat menyampaikan penjelasan kepada anggota Komisi XI di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Menteri Purbaya menambahkan, isu ini muncul di tengah krisis minyak dunia yang mempengaruhi perekonomian global.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perhitungan matang mengenai dampak lonjakan harga minyak terhadap APBN.

Purbaya mengungkapkan bahwa Kemenkeu telah mempersiapkan skenario untuk mengantisipasi harga minyak yang melonjak hingga mencapai USD 100 per barel.

"Begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami langsung exercise untuk masing-masing harga, harga sampai 80 dolar (per barel), kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa, dan mitigasinya seperti apa," jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya memastikan bahwa defisit anggaran negara tetap terjaga di bawah 4%, bahkan dengan asumsi harga minyak rata-rata USD 100 per barel sepanjang tahun 2026.

"Langkah-langkah yang disebutkan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan anggota kabinet yang lain itu sudah dipertimbangkan, kami sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dolar per barel rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB," ujar Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi potensi krisis minyak dunia, dan dengan perhitungan yang matang, APBN diharapkan tetap dapat mengakomodasi kebutuhan belanja negara, meskipun tantangan global semakin berat.*


Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jusuf Kalla Usulkan Kenaikan Harga BBM untuk Redam Defisit Anggaran dan Utang Pemerintah
Dapatkan Modal Usaha hingga Rp500 Juta! KUR BNI 2026 Tawarkan Cicilan Fleksibel untuk UMKM
Rupiah Tertahan di Level Rp17.000/US$, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia?
Di Atas Bahu Jalan, di Bawah Bayang-Bayang Pembiaran: Jejak Usaha Potong Ayam di Talawi
Proses Audit LKPD 2025 Dimulai, Pemkot Tanjungbalai Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Keuangan
Strategi Cerdas Pemkot Tanjungbalai Turunkan Tingkat Pengangguran Hingga 3,81% pada 2025
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru