BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

Purbaya Awasi Ketat Belanja Kementerian, Warning Keras Dilayangkan

Nurul - Senin, 06 April 2026 20:39 WIB
Purbaya Awasi Ketat Belanja Kementerian, Warning Keras Dilayangkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan kementerian dan lembaga agar menggunakan anggaran negara secara disiplin dan sesuai kebutuhan.

Ia menegaskan, belanja yang dinilai tidak wajar berpotensi tidak akan dibayarkan pemerintah.

"Kami akan pantau terus. Kalau ada belanja yang tidak tepat, akan kami beri peringatan. Kalau masih dilanjutkan, bisa saja tidak kami bayarkan," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Baca Juga:

Menurut dia, pengawasan ketat terhadap belanja kementerian/lembaga telah mulai diterapkan sejak 2025. Kebijakan tersebut, kata dia, berhasil membuat penggunaan anggaran lebih terkendali.

Purbaya juga menyoroti pola belanja pemerintah yang selama ini cenderung menumpuk di akhir tahun. Ia meminta kementerian mempercepat realisasi anggaran agar dampak ekonomi bisa lebih optimal.

"Jangan menumpuk di akhir tahun. Belanja harus cepat dan tepat supaya efeknya terasa bagi perekonomian," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi pelebaran defisit anggaran tahun ini diperkirakan tidak sebesar tahun sebelumnya. Hal itu seiring upaya pemerintah memperbaiki kualitas belanja negara sejak awal tahun anggaran.

Kebijakan pengendalian belanja ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Tambah Likuiditas Rp100 Triliun, Dorong Perbankan Salurkan Kredit ke Sektor Produktif
Rico Waas Dorong UMKM Medan Naik Kelas Lewat Digitalisasi, Pelatihan dan Kolaborasi dengan Lazada Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Lokal
Gangguan Selat Hormuz: Indonesia Terancam Defisit APBN Rp204 Triliun Jika Harga Minyak Mencapai USD100
Rasio Utang Luar Negeri Indonesia 29,9% dari PDB, Airlangga Sebut Masih Terendah di Dunia
Trump Naikkan Tarif Global 10%, Bagaimana Dampaknya Bagi Indonesia?
Dialog Akademik di Moestopo: Dubes Venezuela Paparkan Strategi Pemerintah dan Tantangan Hubungan Internasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru