Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Kenaikan harga bahan pokok dan bahan baku industri yang mencapai hampir 100 persen memicu kegelisahan di kalangan pelaku UMKM.
Mereka menilai pemerintah belum menunjukkan langkah nyata, sementara usaha kecil kini berada di ambang kehancuran.
Lonjakan harga bahan baku seperti plastik, busa, dan logam dalam beberapa bulan terakhir membuat biaya produksi UMKM melonjak drastis. Di sisi lain, penjualan justru menurun akibat daya beli masyarakat yang terus melemah.
Baca Juga:
Pelaku UMKM mengaku berada dalam situasi serba sulit: menaikkan harga berisiko kehilangan pelanggan, namun bertahan dengan harga lama berarti merugi.
"Sekarang serba salah. Harga bahan naik hampir dua kali lipat, tapi kalau kami naikkan harga, pembeli lari," ujar salah satu pelaku UMKM di Medan, Kamis (9/4/2026).
Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang membuat masyarakat semakin menahan pengeluaran. Dampaknya, perputaran uang di sektor UMKM kian lesu.
Sejumlah pelaku usaha secara terbuka mempertanyakan peran pemerintah. Mereka menilai pengawasan terhadap harga di lapangan nyaris tidak terasa.
"Seperti tidak ada kontrol. Harga naik terus, tapi tidak ada tindakan. Kalau begini terus, banyak UMKM bisa tutup," keluh pelaku usaha lainnya.
Pengamat ekonomi menilai situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Tanpa intervensi, dampaknya bisa meluas ke sektor lain dan memperparah kondisi ekonomi masyarakat.
"Pemerintah perlu segera hadir melalui pengawasan harga, stabilisasi distribusi, hingga kebijakan yang menjaga daya beli," ujar seorang pengamat ekonomi.
Jika tidak ada langkah cepat, gelombang penutupan usaha kecil dikhawatirkan akan terjadi. Hal ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan memperdalam tekanan ekonomi di tingkat masyarakat bawah.*
(dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.