BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

IHSG Dibuka Menguat ke 7.346, Pasar Masih Dibayangi Geopolitik Global

Adam - Jumat, 10 April 2026 09:28 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 7.346, Pasar Masih Dibayangi Geopolitik Global
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 10 April 2026.

Pada pukul 09.01 WIB, indeks tercatat naik 38,9 poin atau 0,53 persen ke level 7.346.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume transaksi awal perdagangan mencapai 1,11 miliar saham dengan nilai Rp713 miliar.

Baca Juga:

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 87.887 kali. Adapun 316 saham menguat, 119 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Penguatan IHSG terjadi di tengah masih kuatnya sentimen global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan ekonomi dunia.

Pelaku pasar disebut masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dinamika hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara di kawasan tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas menilai kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan indeks.

Di sisi lain, sentimen domestik juga tertekan setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen.

Penurunan proyeksi tersebut mencerminkan dampak dari tingginya harga energi global akibat ketegangan di Timur Tengah, yang turut menekan outlook ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik di luar Tiongkok.

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas.

BRI Danareksa memperkirakan indeks bergerak di kisaran 7.200–7.350 dengan pelaku pasar tetap mencermati arah harga komoditas global, khususnya minyak, serta rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan memengaruhi kebijakan suku bunga global.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik, setelah Israel menyatakan akan melakukan negosiasi dengan Lebanon dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyebut pasukan AS akan tetap berada di kawasan Teluk hingga tercapai kesepakatan yang stabil.

Phintraco Sekuritas mencatat IHSG masih berada dalam tren teknikal positif, dengan indikator MACD yang tetap menunjukkan momentum penguatan.

Secara teknikal, indeks diperkirakan berpotensi menguji level 7.350, dengan beberapa saham unggulan seperti EMTK, CUAN, CTRA, ISAT, dan BRPT.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia melihat penguatan bursa Wall Street dan stabilisasi harga komoditas global menjadi penopang sentimen positif.

Namun, arus keluar dana asing (net sell) masih menjadi tekanan bagi pasar domestik.

CGS memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 7.084–7.191 dan resistance 7.423–7.528, dengan sejumlah saham pilihan seperti TAPG, DSNG, EMTK, ITMG, HRTA, dan BRPT.

Di sisi lain, Panin Sekuritas justru memperkirakan IHSG berpotensi melemah akibat aksi wait and see investor terhadap negosiasi geopolitik, pelemahan harga komoditas logam, tekanan nilai tukar rupiah, serta arus keluar dana asing yang masih berlanjut.*


(bb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik, Kini Sentuh Rp2,857 Juta per Gram
Rupiah di Pasar NDF Melemah ke Rp17.086 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Fiskal
KUR BNI 2026 Resmi Hadir! UMKM Bisa Pinjam Hingga Rp500 Juta, Bunga Rendah 6 Persen
Fokus Penguatan Ekonomi Keluarga, Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Kembangkan Produk Olahan Berbasis Potensi Lokal
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Sekda Tanjungbalai Tekankan Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan
Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Soroti Delapan Masalah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru