BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

PAD Medan Capai 19,91 Persen, Wali Kota Rico Waas: Bukan Saatnya Bersantai

Abyadi Siregar - Rabu, 15 April 2026 20:32 WIB
PAD Medan Capai 19,91 Persen, Wali Kota Rico Waas: Bukan Saatnya Bersantai
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin rapat kerja evaluasi penerimaan PAD di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rabu, 15 April 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan menunjukkan tren positif pada awal tahun anggaran 2026.

Hingga pertengahan April, capaian PAD tercatat sebesar 19,91 persen dari target tahunan Rp3,80 triliun.

Data tersebut terungkap dalam rapat kerja evaluasi penerimaan PAD yang dipimpin Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga:

Dalam rapat tersebut, pemerintah kota mencatat realisasi PAD hingga akhir triwulan I mencapai Rp757,46 miliar.

Sementara itu, khusus sektor pajak daerah, capaian per 14 April telah menyentuh Rp735,67 miliar atau 20,16 persen dari target Rp3,64 triliun.

Rico menilai capaian tersebut masih dalam kategori baik. Namun, ia mengingatkan jajarannya agar tidak terlena dengan tren positif di awal tahun.

"Ini bukan capaian untuk bersantai. Kita harus terus mendorong optimalisasi penerimaan pajak daerah," ujar Rico.

Menurut dia, capaian tersebut juga tidak lepas dari faktor eksternal seperti dana transfer dan kebijakan relaksasi keuangan daerah.

Karena itu, upaya peningkatan PAD harus tetap dilakukan secara konsisten.

Di sisi lain, sektor retribusi daerah dinilai masih tertinggal. Hingga 13 April 2026, realisasinya baru mencapai Rp21,78 miliar atau 14,12 persen dari target Rp154,31 miliar.

Dalam rapat itu, Rico turut menyoroti rendahnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ia meminta Bapenda segera mengidentifikasi wajib pajak yang menunggak, khususnya dengan nilai besar, serta mempercepat proses penagihan.

"Penanganan tunggakan tidak boleh menunggu hingga akhir tahun," kata dia.

Selain itu, potensi pajak reklame juga menjadi perhatian. Rico menilai masih banyak objek pajak yang belum tergarap maksimal, sehingga diperlukan pendataan dan penertiban secara menyeluruh.

Di tengah evaluasi tersebut, ia mengapresiasi kinerja sektor pajak restoran dan perhotelan yang menunjukkan tren peningkatan.

Pemerintah kota, kata dia, akan terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS untuk meningkatkan transparansi dan akurasi penerimaan.

"Perlu sinkronisasi antara pelaporan manual dan sistem digital agar tidak terjadi tumpang tindih data," ujarnya.

Rico juga menyinggung sejumlah layanan publik lain, seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dinilai masih lambat, serta persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah kota.

Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bekerja lebih konkret dengan menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar menyampaikan kendala.

"Saya tidak mau hanya mendengar keluhan. Yang dibutuhkan adalah solusi dan langkah kerja yang jelas," kata Rico.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Rico Waas Dorong KADIN Medan Percepat Investasi dan Hilirisasi Produk Lokal
DPR Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Seluruh Rakyat Indonesia Ditanggung Pemerintah: Negara Mampu
Usai Tiga Hari Pencarian, Remaja 16 Tahun yang Hanyut di Sungai Belawan Ditemukan Tak Bernyawa
Usulan Gaji Guru Rp5 Juta dari DPR Tuai Polemik, Dinilai Tak Realistis
Program Rabu Walk-In Interview Pemko Medan Bantu Pencari Kerja Cepat Dapat Kerja
HUT ke-78 Sumut, Wali Kota Medan Rico Waas Tekankan Kekompakan Antarwilayah untuk Pembangunan Merata
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru