Kejagung Setor Rp1,02 Triliun Hasil Pemulihan Aset Korupsi Eddy Tansil ke Kemenkeu
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan sedikitnya 12 negara akan mengajukan pinjaman baru untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang dipicu lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini dinilai memperdalam risiko krisis ekonomi dunia.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebut, dampak perang tersebut berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan baru dalam jumlah besar.
"Gangguan akibat perang dapat memicu permintaan dukungan keuangan baru sebesar US$ 20 miliar hingga US$ 50 miliar yang dapat mencakup pinjaman baru maupun tambahan dari program yang sudah berjalan," ujar Georgieva, dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2026).Baca Juga:
Ia menyebut beberapa negara di kawasan Afrika Sub-Sahara telah mulai mengajukan bantuan, meski tidak merinci negara mana saja yang dimaksud. Sementara itu, Mesir disebut belum membahas tambahan pinjaman meskipun dampak perang telah mempengaruhi ekonominya.
Kepala Strategi IMF, Christian Mummsen, mengatakan angka kebutuhan pembiayaan tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan evaluasi lanjutan bersama negara anggota.
"Ini masih bersifat sementara. Kami masih melakukan evaluasi," ujarnya.
IMF juga memperingatkan bahwa dampak perang tidak akan mereda dalam waktu dekat, terutama jika gangguan jalur distribusi energi terus terjadi akibat ketegangan di kawasan, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz.
Dalam proyeksinya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 3,1 persen pada 2026, atau lebih rendah 0,2 poin persentase dari proyeksi sebelumnya. Sementara inflasi global diperkirakan naik menjadi 4,4 persen pada tahun ini.
Dalam skenario yang lebih buruk jika konflik AS–Iran berkepanjangan, harga minyak dan gas diperkirakan dapat menembus US$ 100 per barel, dengan pertumbuhan ekonomi global berpotensi turun hingga 2 persen dan mendekati resesi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan IMF saat ini. Ia menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat dengan saldo anggaran lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun.*
(d/dh)
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman FrankWalter Steinmeier tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan dan akan bertemu
NASIONAL
MEDAN Sejumlah elemen mahasiswa di berbagai daerah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsu
PERISTIWA
LABUHANBATU SELATAN Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur&039a
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan 130 jemaah haji asa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan ini terjadi seiri
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan terjadi seiring meningkatnya m
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu, 14 Juni 2026. Kenaikan ini
EKONOMI
MEDAN Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memi
SOSOK