BREAKING NEWS
Selasa, 21 April 2026

Emas Antam Tiba-Tiba Melonjak, Padahal Harga Dunia Melemah! Ini Penyebabnya

Adam - Selasa, 21 April 2026 08:44 WIB
Emas Antam Tiba-Tiba Melonjak, Padahal Harga Dunia Melemah! Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.

Kenaikan terjadi di tengah pelemahan harga emas global yang dipengaruhi dinamika geopolitik dan pasar energi.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam dipatok Rp 2.880.000 per gram, naik Rp 40.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:

Sementara harga pembelian kembali (buyback) juga meningkat Rp 50.000 menjadi Rp 2.690.000 per gram.

Kenaikan harga ini mencerminkan penyesuaian internal perusahaan, meskipun tren harga emas dunia justru bergerak sebaliknya.

Berikut rincian harga emas Antam per Selasa:

0,5 gram: Rp 1.490.000
1 gram: Rp 2.880.000
2 gram: Rp 5.700.000
3 gram: Rp 8.525.000
5 gram: Rp 14.175.000
10 gram: Rp 28.295.000
25 gram: Rp 70.612.000
50 gram: Rp 141.145.000
100 gram: Rp 282.212.000
250 gram: Rp 705.265.000
500 gram: Rp 1.410.320.000
1.000 gram: Rp 2.820.600.000

Di pasar global, harga emas justru mengalami tekanan. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga emas dunia berada di level US$ 4.821,2 per troy ons, turun sekitar 0,25 persen.

Bahkan dalam perdagangan intraday, harga sempat terkoreksi hingga hampir 2 persen.

Tekanan terhadap harga emas global dipicu ketidakpastian situasi geopolitik di Timur Tengah.

Upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi hambatan.

Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, sempat dibuka oleh Iran sebelum kembali ditutup akibat dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan terburu-buru memperpanjang gencatan senjata tanpa kesepakatan yang jelas.

Pernyataan ini menambah ketidakpastian pasar keuangan global.

Situasi tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak. Minyak mentah jenis Brent tercatat naik 5,64 persen ke level US$ 95,48 per barel.

Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi di berbagai negara.

Dalam kondisi tersebut, bank sentral diperkirakan akan menahan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Hal ini menjadi sentimen negatif bagi emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Meski demikian, harga emas Antam tetap bergerak naik, menunjukkan adanya faktor domestik yang memengaruhi penetapan harga, termasuk permintaan lokal dan strategi penyesuaian harga harian oleh perusahaan.*


(bb/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Daging Ayam dan Sapi di Sumut Turun di Awal Pekan, Ini Daftar Lengkap Per Wilayah dan Penyebabnya
Mendagri Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Waspadai Inflasi dan Dampak Krisis Global di Daerah
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.168 per Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Bisa Naik Lagi, Ikuti Minyak Dunia
Harga LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Naik, Bahlil: Hanya Sementara Ikuti Harga Dunia
Mentan Ancam Cabut Izin Produsen Minyakita yang Naikkan Harga di Atas HET
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru